Dari puncak benteng, pemandangan yang terbentang begitu menakjubkan.
Laut biru Maluku terlihat jelas, dengan Pulau Tidore, Pulau Hiri, dan Pulau Maitara yang menghiasi cakrawala. Keindahan ini kini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang datang.
BACA JUGA:Ungaran dan Benteng Fort Willem II, Saksi Sejarah Kolonial di Jawa Tengah
Peran dalam Sejarah Rempah-Rempah
Tolukko bukan hanya sekadar bangunan pertahanan, melainkan saksi bagaimana Ternate menjadi pusat perhatian dunia. Pada abad ke-16 hingga ke-17, cengkih dari Maluku dianggap sebagai komoditas yang nilainya setara emas. Bangsa Eropa rela menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan rempah ini.
Perebutan kekuasaan atas Tolukko menggambarkan kerasnya persaingan antara Portugis, Spanyol, dan Belanda.
Siapa pun yang berhasil menguasainya akan memiliki keunggulan dalam mengontrol perdagangan. Tak heran, benteng ini berkali-kali diperebutkan dan diperkuat kembali oleh penguasa barunya.
BACA JUGA:Kisah Tersembunyi di Balik Dinding Tua Benteng Pendem Ambarawa
Dari Terlupakan Hingga Menjadi Warisan
Seiring berakhirnya kolonialisme, Benteng Tolukko sempat tidak terawat. Bangunannya yang kecil dan sederhana membuatnya kurang mendapat perhatian dibanding benteng lain. Namun, kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya membuat pemerintah akhirnya melakukan pemugaran.
Kini, Benteng Tolukko berdiri lebih rapi sebagai objek wisata sejarah. Pengunjung dapat menyusuri lorong-lorongnya, menikmati suasana tenang di dalam benteng, sekaligus melihat panorama indah laut Maluku dari atas menara pengawas.
Walau tidak megah, daya tariknya justru terletak pada nuansa intim dan kesan sederhana yang dimilikinya.
BACA JUGA:Benteng Marlborough Bengkulu: Jejak Kolonial yang Jadi Warisan Sejarah Nusantara
Nilai Edukatif dan Budaya
Mengunjungi Benteng Tolukko memberi pengalaman yang lebih dari sekadar wisata. Ia mengingatkan kita pada masa ketika Ternate menjadi pusat dunia karena rempah-rempahnya.
Benteng ini juga menjadi bukti nyata bagaimana kolonialisme meninggalkan jejak fisik yang masih bisa disaksikan hingga kini.
Bagi masyarakat Ternate, keberadaan Tolukko adalah simbol kebanggaan. Ia bukan hanya warisan bangunan, tetapi juga bagian dari identitas sejarah yang membentuk perjalanan daerah tersebut.
BACA JUGA:Benteng Pendem Cilacap: Jejak Pertahanan Kolonial di Pesisir Selatan Jawa
Melestarikan benteng ini berarti menjaga kenangan kolektif agar tidak hilang ditelan waktu.