Menyusuri Museum Gedong Arca, Pusat Artefak Prasejarah Bali

Menyusuri Museum Gedong Arca, Pusat Artefak Prasejarah Bali

Museum Gedong Arca menjadi pengingat bahwa kejayaan budaya Bali hari ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang yang dimulai sejak zaman prasejarah. - Foto Instagram@ubudhood--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pulau Bali dikenal luas sebagai destinasi wisata alam dan budaya yang mendunia. 

Namun, di balik gemerlap pariwisata modernnya, Bali juga menyimpan jejak sejarah panjang yang telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. 

Salah satu tempat terbaik untuk menelusuri akar peradaban tersebut adalah Museum Gedong Arca, sebuah museum arkeologi yang berperan penting dalam menjaga dan memperkenalkan warisan prasejarah Bali kepada generasi masa kini.

Museum Gedong Arca terletak di Desa Pejeng, Kabupaten Gianyar, tepat di jalur penghubung antara Bedulu dan Tampaksiring. 

BACA JUGA:Gunung Telomoyo, Panorama Eksotis Negeri Awan yang Mudah Dijangkau

Lokasinya yang strategis menjadikan museum ini mudah diakses oleh wisatawan maupun peneliti yang tertarik pada sejarah dan kebudayaan Bali kuno. 

Berbeda dengan museum seni atau budaya Bali yang lebih menonjolkan masa klasik dan tradisi religius, Gedong Arca secara khusus memfokuskan koleksinya pada peninggalan prasejarah dan awal masa sejarah.

Museum ini didirikan pada akhir dekade 1950-an, tepatnya pada tahun 1958–1959. Pendirian museum diprakarsai oleh para arkeolog Indonesia, salah satunya R.P. Soejono, yang memiliki kepedulian besar terhadap nasib artefak prasejarah di Bali. 

Pada masa itu, banyak temuan arkeologi rawan hilang atau dibawa keluar negeri oleh wisatawan dan kolektor asing. Kehadiran Museum Gedong Arca menjadi solusi penting untuk menyelamatkan, merawat, dan mendokumentasikan benda-benda bersejarah tersebut secara ilmiah.

BACA JUGA:Curug Cikurutug, Pesona Air Terjun Alami yang Mudah Dijangkau di Selatan Cianjur

Hingga kini, Museum Gedong Arca telah mengoleksi lebih dari 3.000 artefak purbakala. Koleksi tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari hasil penelitian lapangan, pembelian dari masyarakat, hingga sumbangan sukarela dari kolektor pribadi. 

Seluruh koleksi mencerminkan kehidupan manusia Bali sejak masa berburu dan meramu hingga memasuki zaman logam dan awal sejarah.

Secara umum, koleksi museum dibagi ke dalam dua periode besar, yaitu zaman prasejarah dan zaman sejarah. Zaman prasejarah mencakup masa sebelum abad ke-8 Masehi, sedangkan zaman sejarah dimulai sejak masyarakat Bali mulai mengenal tulisan dan pengaruh budaya luar. 

Zaman prasejarah sendiri masih dibagi lagi ke dalam beberapa fase, antara lain masa berburu awal, masa berburu lanjut, masa bercocok tanam, serta masa perundagian atau zaman logam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: