Benteng Marlborough Bengkulu: Jejak Kolonial yang Jadi Warisan Sejarah Nusantara

Benteng Marlborough Bengkulu: Jejak Kolonial yang Jadi Warisan Sejarah Nusantara

Benteng Marlborough bukan sekadar bangunan tua yang berdiri di tepi pantai Bengkulu, Melainkan saksi perjalanan panjang bangsa, dari masa perebutan kekuasaan kolonial hingga era kemerdekaan. - Foto: Instagram@metimeliniyanti--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Di tengah Kota Bengkulu berdiri sebuah bangunan megah yang masih kokoh meski usianya sudah lebih dari 300 tahun.

Bangunan itu adalah Benteng Marlborough, salah satu benteng kolonial terbesar di pantai barat Sumatra.

Bukan sekadar sisa masa lalu, benteng ini menyimpan kisah perebutan kekuasaan dua bangsa Eropa, Inggris dan Belanda, yang pernah menjajah Nusantara.

BACA JUGA:Benteng Pendem Cilacap: Jejak Pertahanan Kolonial di Pesisir Selatan Jawa

Dibangun oleh Inggris pada Abad ke-18

Benteng Marlborough mulai dibangun pada tahun 1713, saat Inggris ingin memperkuat pertahanan di Bengkulu. Fort York, benteng lama mereka, dianggap terlalu kecil dan lemah.

Atas perintah Gubernur Joseph Collett, pembangunan dimulai dan memakan waktu enam tahun hingga rampung pada 1719.

Nama “Marlborough” diambil dari John Churchill, Duke of Marlborough, seorang panglima Inggris yang terkenal.

Penamaan ini bukan hanya penghormatan, tetapi juga simbol supremasi Inggris di barat Sumatra, terutama untuk menguasai jalur perdagangan rempah yang strategis.

BACA JUGA:Pertempuran Medan Area: Kisah Heroik Rakyat Sumatera Utara

Arsitektur Unik Berbentuk Kura-Kura

Jika dilihat dari udara, benteng ini menyerupai kura-kura. Bentuk melengkung dengan sudut menonjol membuat prajurit dapat mengawasi musuh dari segala arah.

Dindingnya terbuat dari batu bata dan batu karang, menjadikannya sangat kuat menahan tembakan meriam.

Di dalam benteng terdapat parit, barak prajurit, ruang bawah tanah, gudang amunisi, hingga kantor administrasi. Lokasinya yang menghadap langsung ke Samudra Hindia membuatnya strategis untuk memantau jalur perdagangan internasional.

BACA JUGA:Harimau Dihabisi Akibat Memangsa Manusia, 800 Pemburu Dikerahkan

Beralih ke Tangan Belanda

Dominasi Inggris di Bengkulu tidak berlangsung lama. Melalui Perjanjian London 1824, Inggris harus menyerahkan Bengkulu kepada Belanda. Sebagai gantinya, Inggris memperoleh Singapura dan Malaka.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: