Kisah Tersembunyi di Balik Dinding Tua Benteng Pendem Ambarawa

Kisah Tersembunyi di Balik Dinding Tua Benteng Pendem Ambarawa

Benteng Fort Willem I atau Benteng Pendem Ambarawa adalah saksi bisu perjalanan bangsa dari masa kolonial hingga era kemerdekaan. - Foto [email protected] --

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Di jantung kota Ambarawa, Jawa Tengah, terdapat sebuah bangunan tua berwarna merah bata yang hingga kini masih berdiri dengan gagah meskipun usianya hampir dua abad. 

Bangunan itu dikenal dengan nama Benteng Fort Willem I, namun masyarakat lebih akrab menyebutnya Benteng Pendem

Dari luar, benteng ini tampak angker, seolah menyimpan kisah yang tidak pernah benar-benar usai.

BACA JUGA:Benteng Pendem Cilacap: Jejak Pertahanan Kolonial di Pesisir Selatan Jawa

Lahir dari Perang dan Penjajahan

Benteng Fort Willem I dibangun sekitar tahun 1834, pada masa ketika Belanda baru saja menyelesaikan Perang Jawa yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro. 

Ambarawa dipilih sebagai lokasi karena posisinya sangat strategis, berada di jalur penghubung antara Semarang, Magelang, dan Yogyakarta. 

Bagi Belanda, kawasan ini adalah kunci penguasaan Jawa Tengah.

BACA JUGA:Benteng Marlborough Bengkulu: Jejak Kolonial yang Jadi Warisan Sejarah Nusantara

Nama benteng ini diambil dari Raja Belanda kala itu, Willem I. 

Pembangunannya melibatkan ribuan pekerja lokal, sebagian di antaranya adalah tahanan perang. 

Mereka dipaksa bekerja tanpa upah, mengangkat batu, menyusun bata, dan mengangkut kayu di bawah pengawasan ketat. 

Dari sinilah benteng ini tidak hanya berdiri sebagai simbol pertahanan, tetapi juga menyimpan cerita pilu tentang penderitaan rakyat.

BACA JUGA:Benteng Belgica: Jejak Kolonialisme Belanda di Banda Neira

Megahnya Arsitektur Eropa

Dilihat dari atas, Benteng Fort Willem I berbentuk persegi dengan menara penjaga di keempat sudutnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: