Benteng Tolukko mungkin kecil jika dibandingkan dengan benteng kolonial lain, tetapi perannya besar dalam kisah perdagangan rempah di Maluku.
Ia pernah menjadi rebutan bangsa Eropa, tempat strategi pertahanan, sekaligus saksi bisu dinamika kolonialisme di Nusantara.
Kini, Tolukko berdiri bukan lagi sebagai markas militer, melainkan sebagai pengingat masa lalu dan ruang belajar sejarah.
BACA JUGA:Pertempuran Medan Area: Kisah Heroik Rakyat Sumatera Utara
Dari puncaknya, kita tidak hanya disuguhi panorama laut yang indah, tetapi juga diajak merenungkan betapa berharganya tanah air kita di mata dunia.
Dengan menjaga keberadaan Benteng Tolukko, generasi sekarang dapat terus mengenang bagaimana Ternate pernah menjadi pusat dunia, serta mengambil pelajaran bahwa warisan budaya adalah harta yang tak ternilai.(*)