Laklak mengandung karbohidrat dari tepung beras, lemak alami dari santan dan kelapa parut, serta gula alami dari gula aren.
Kandungan ini menjadikan laklak sebagai sumber energi yang cukup baik, terutama sebagai camilan di pagi atau sore hari.
Selain itu, penggunaan bahan alami tanpa pengawet menjadikan laklak relatif aman dikonsumsi dan cocok bagi pencinta kuliner tradisional yang mengutamakan keaslian rasa.
BACA JUGA:5 Jam Tangan Fossil Terlaris di Indonesia Lengkap dengan Harga
Penutup
Laklak Bali membuktikan bahwa jajanan tradisional tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga menyimpan nilai budaya, filosofi, dan sejarah yang kaya.
Dengan rasa sederhana namun autentik, laklak tetap mampu bertahan di tengah gempuran kuliner modern.
Upaya melestarikan dan mengenalkan laklak kepada generasi muda menjadi langkah penting untuk menjaga warisan kuliner Bali agar tetap hidup dan dikenal luas.(*)