Manis Gurih Kue Olet, Kuliner Tradisional Madura yang Mulai Langka
Kue olet merupakan salah satu jajanan tradisional khas Madura yang masih bertahan hingga kini, terutama di daerah pedesaan dan pasar tradisional.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Kue olet merupakan salah satu jajanan tradisional khas Madura yang hingga kini masih bertahan, terutama di kawasan pedesaan dan pasar tradisional.
Jajanan ini dikenal dengan teksturnya yang kenyal, rasa manis gurih yang seimbang, serta aroma khas santan dan gula merah.
Meski tampil sederhana, kue olet menyimpan nilai budaya yang kuat dan menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner Madura yang diwariskan secara turun-temurun.
Keberadaan kue olet tidak hanya sekadar pemuas rasa lapar, tetapi juga mencerminkan kebiasaan dan kearifan lokal masyarakat Madura dalam mengolah bahan pangan sederhana menjadi hidangan yang lezat dan mengenyangkan.
BACA JUGA:Modal UMKM 2026, KUR BRI Jadi Andalan dengan Bunga Rendah
Asal Usul dan Makna Nama Kue Olet
Nama “olet” berasal dari bahasa Madura yang merujuk pada teknik pengolahan adonan dengan cara dipijat, ditekan, atau diulen hingga kalis dan lentur.
Proses ini menjadi tahap krusial dalam pembuatan kue olet karena sangat menentukan tekstur akhir yang kenyal dan lembut.
Sejak dahulu, kue olet kerap dibuat secara gotong royong oleh para ibu di kampung. Jajanan ini biasanya hadir menjelang acara keluarga, hajatan, hingga peringatan hari besar keagamaan, sehingga lekat dengan nilai kebersamaan dan tradisi sosial masyarakat Madura.
BACA JUGA:Saldo DANA Gratis 17 Januari 2026 Jadi Buruan, Ini Cara Klaim Aman dan Resmi
Bahan Utama dan Ciri Khas
Kue olet dibuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di dapur masyarakat Madura. Bahan utamanya meliputi tepung beras atau tepung ketan, santan segar, gula merah, serta sedikit garam untuk menyeimbangkan rasa. Pada beberapa daerah, daun pandan turut ditambahkan guna memperkuat aroma alami kue.
Ciri khas kue olet terletak pada teksturnya yang kenyal namun tetap lembut saat digigit, dengan rasa manis yang tidak berlebihan.
Warna cokelat alami dari gula merah memberikan tampilan tradisional yang menggugah selera dan menjadi identitas visual kue ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




