Mengenal Lapis Masura, Kue Khas Madura dengan Filosofi Kehidupan
Lapis Masura bukan sekadar kue tradisional, melainkan warisan kuliner yang mencerminkan kearifan lokal, kesederhanaan, dan kekayaan budaya Madura yang patut dijaga keberlangsungannya. --
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Lapis Masura merupakan salah satu kue tradisional khas Madura yang dikenal dengan tampilan sederhana namun menyimpan cita rasa manis legit yang khas.
Kue ini memiliki lapisan-lapisan lembut dengan aroma santan dan gula yang harum, menjadikannya sebagai kudapan tradisional yang tetap bertahan di tengah maraknya jajanan modern.
Keunikan Lapis Masura tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada nilai budaya dan filosofi yang terkandung di dalam setiap lapisannya.
Inilah yang membuat kue tradisional Madura ini masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat hingga saat ini.
BACA JUGA:Sepatu Hiking Favorit Pendaki Gunung, Ini Pilihan dan Harganya
Asal Usul dan Makna Lapis Masura
Nama “Masura” diyakini berasal dari istilah dalam bahasa Madura yang merujuk pada sesuatu yang tersusun rapi atau berlapis. Makna tersebut selaras dengan bentuk kue yang dibuat secara bertahap, lapis demi lapis, hingga membentuk satu kesatuan yang utuh dan harmonis.
Dalam budaya Madura, susunan lapisan ini kerap dimaknai sebagai simbol perjalanan hidup manusia yang penuh proses, kesabaran, serta ketekunan.
Lapis Masura sering disajikan dalam berbagai acara adat, hajatan keluarga, hingga peringatan keagamaan. Kue ini juga kerap dihidangkan untuk menyambut tamu kehormatan sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan rasa syukur atas rezeki yang diterima.
BACA JUGA:Cicilan KUR BRI 2026 Mulai Rp10 Juta, Solusi Modal UMKM dengan Bunga Ringan
Bahan Utama dan Karakteristik
Lapis Masura dibuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Madura.
Tepung beras menjadi bahan utama yang membentuk tekstur kue, sementara santan kelapa memberikan rasa gurih sekaligus kelembutan. Cita rasa manis diperoleh dari gula pasir atau gula merah, dengan tambahan sedikit garam untuk menyeimbangkan rasa secara keseluruhan.
Tekstur Lapis Masura cenderung kenyal namun tetap lembut dan tidak mudah hancur saat dipotong. Rasa manisnya tidak berlebihan, berpadu dengan aroma santan yang kuat dan khas, sehingga membedakannya dari berbagai jenis kue lapis dari daerah lain.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
