Gedung Puskesmas Bukit Kemuning Rusak, Ketua DPRD Lampung Utara Janji Panggil Dinkes
Ketua DPRD Lampung Utara M. Yusrizal melihat langsung kondisi gedung yang retak di Puskesmas Bukit Kemuning-Foto dok.-
LAMPURA, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Utara, M. Yusrizal, memastikan akan memanggil pihak terkait untuk menggelar rapat guna mencari solusi atas kerusakan ruang kebidanan Puskesmas Bukit Kemuning.
Langkah ini diambil menyusul temuan kerusakan bangunan yang dinilai membahayakan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.
Saat melakukan pengecekan langsung ke lokasi, M. Yusrizal mengungkapkan pihaknya menerima laporan dari warga dan masyarakat setempat terkait kondisi ruang kebidanan yang mengalami keretakan pada dinding luar serta lantai teras samping yang amblas ke bawah. Kerusakan tersebut dinilai cukup serius dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
“Dalam waktu dekat ini kita akan memanggil pihak dinas kesehatan dan puskesmas, guna mencari solusi untuk melakukan perbaikan pada ruang kebidanan Puskesmas Bukit Kemuning. Sebab, dari dibangun hingga sampai saat ini ruangan tersebut tidak ditempati, karena sejak awal bangunan itu sudah mengalami keretakan,” ujar M. Yusrizal.
BACA JUGA:Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Bangunan Puskesmas Bukit Kemuning Retak dan Amblas
Sebelumnya, pembangunan ruang kebidanan di Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara, diduga dikerjakan tidak sesuai standar.
Bangunan yang baru beberapa tahun berdiri itu tampak mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian dinding luar dan lantai teras samping yang terlihat amblas.
Berdasarkan pantauan Medialampung.co.id pada Rabu, 13 Januari 2026, kerusakan terlihat jelas di sisi luar gedung ruang kebidanan.
Retakan memanjang pada dinding dan kondisi lantai yang turun ke bawah menimbulkan kekhawatiran akan kekuatan struktur bangunan tersebut.
BACA JUGA:Rekomendasi Sepatu Hoka Paling Nyaman 2026, Cocok untuk Pemula hingga Profesional
Selain kondisi fisik bangunan, di lokasi juga tidak ditemukan papan informasi proyek. Tidak adanya papan proyek membuat publik tidak mengetahui secara jelas keterangan kegiatan, nilai anggaran, maupun sumber dana pembangunan ruang kebidanan tersebut.
Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pembangunan gedung ruang kebidanan itu dilaksanakan pada tahun 2022.
Namun, ia mengaku tidak mengetahui sumber anggaran proyek tersebut karena sejak awal pembangunan hingga selesai tidak pernah dipasang papan informasi.
“Gedung ruang kebidanan itu dibangun pada tahun 2022. Untuk sumber dananya tidak tahu, bang, karena dari pertama dibangun sampai selesai tidak ada papan informasi ataupun pemberitahuan sumber anggaran,” ujar narasumber tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
