Modal UMKM 2026, KUR BRI Jadi Andalan dengan Bunga Rendah
KUR BRI 2026 hadir dengan bunga mulai 3 persen dan plafon hingga Rp500 juta untuk UMKM--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Program Kredit Usaha Rakyat yang disalurkan oleh Bank Rakyat Indonesia kembali menjadi tulang punggung pembiayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah pada tahun 2026.
Dengan bunga ringan mulai dari 3 persen per tahun serta plafon pinjaman yang dapat mencapai Rp500 juta, KUR BRI dinilai masih menjadi salah satu skema pembiayaan paling terjangkau dan diminati pelaku usaha di Indonesia.
KUR merupakan program strategis pemerintah yang dirancang untuk memperluas akses permodalan bagi usaha produktif.
Melalui subsidi bunga, pelaku UMKM dapat memperoleh kredit dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan kredit komersial perbankan yang umumnya menerapkan bunga dua digit.
BACA JUGA:Saldo DANA Gratis 17 Januari 2026 Jadi Buruan, Ini Cara Klaim Aman dan Resmi
Skema ini dinilai efektif membantu menjaga arus kas usaha di tengah dinamika ekonomi.
Pada tahun 2026, BRI kembali dipercaya sebagai penyalur KUR terbesar secara nasional.
Fokus penyaluran diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan, memperkuat sektor produksi, serta meningkatkan daya saing UMKM di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlanjut.
BACA JUGA:Awal 2026, Damkarmat Bandar Lampung Dominan Tangani Evakuasi Sarang Tawon
Ragam Skema KUR BRI Disesuaikan Skala Usaha
BRI menyediakan sejumlah skema KUR yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing debitur. Setiap jenis pembiayaan memiliki plafon, suku bunga, serta ketentuan yang berbeda agar dapat menjangkau berbagai segmen usaha.
Untuk pelaku usaha pemula, tersedia KUR Super Mikro dengan plafon pinjaman maksimal Rp10 juta. Skema ini menawarkan bunga paling rendah, yakni sekitar 3 persen per tahun, serta tidak mensyaratkan agunan tambahan.
Program ini banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha rumahan dan pedagang kecil yang baru merintis bisnis.
Sementara itu, KUR Mikro ditujukan bagi usaha yang telah berjalan lebih stabil dan membutuhkan tambahan modal kerja.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




