Mie Kopyok: Kuliner Tradisional Khas Semarang yang Melegenda

Minggu 21-09-2025,15:51 WIB
Reporter : Linda Kurniati
Editor : Budi Setiawan

• Kerupuk Gendar

Kerupuk gendar yang terbuat dari nasi menjadi pelengkap istimewa. Kerupuk ini menyerap kuah, memberi sensasi gurih sekaligus renyah yang tidak bisa tergantikan.

BACA JUGA:7 Bahan Alami Pengganti Micin, Masakan Tetap Gurih dan Sehat

Keunikan dan Filosofi

Mie kopyok mencerminkan karakter masyarakat Jawa Tengah, khususnya Semarang, yang sederhana dan apa adanya. 

Meski tampilannya tidak mewah, hidangan ini memberikan rasa hangat, akrab, dan menenangkan. 

Filosofi "kopyok" yang berarti diaduk juga bisa dimaknai sebagai simbol kebersamaan, bahwa keberagaman bahan bisa menyatu menjadi sajian yang harmonis.

BACA JUGA:7 Bahan Alami Pengganti Micin, Masakan Tetap Gurih dan Sehat

Popularitas dan Tempat Menikmati

Mie kopyok biasanya dijual oleh pedagang kaki lima menggunakan gerobak. Penjualnya banyak dijumpai di sudut-sudut Kota Semarang, terutama di sekitar Simpang Lima, kawasan Kota Lama, dan Pasar Johar. Setiap penjual memiliki racikan kuah dan bumbu yang berbeda, sehingga penggemar mie kopyok sering punya "langganan favorit".

Di era modern, mie kopyok tidak hanya bisa ditemukan di Semarang, tapi juga mulai hadir di kota-kota besar lain sebagai bagian dari promosi kuliner nusantara. 

Bahkan, ada wisatawan yang khusus berburu mie kopyok ketika berkunjung ke Semarang karena dianggap sebagai salah satu kuliner wajib coba, selain lumpia dan tahu gimbal.

BACA JUGA:Resep Kue Lupis: Jajanan Tradisional yang Tetap Bikin Kangen

Nilai Gizi dan Kesehatan

Mie kopyok tergolong hidangan yang cukup sehat karena:

  • Menggunakan banyak sayuran seperti taoge dan seledri.
  • Kuahnya tidak terlalu berminyak dan berbumbu ringan.
  • Tahu sebagai sumber protein nabati.

Namun, porsinya tetap cukup mengenyangkan karena kombinasi mie dan lontong sebagai sumber karbohidrat.

BACA JUGA:Cara Memasak Kwetiau Agar Kenyal dan Tidak Lengket

Singkatnya, mie kopyok bukan hanya sekedar makanan, tapi juga bagian dari identitas kuliner Semarang. 

Kesederhanaannya justru menjadi daya tarik, membuat siapa pun yang mencicipinya merasakan nostalgia dan kehangatan.

Kategori :