Sate Plecing: Cita Rasa Pedas Segar Khas Lombok yang Menggugah Selera
Sate Plecing adalah representasi nyata dari keberanian rasa kuliner Lombok—pedas, segar, dan autentik. -Foto Instagram@giv_food_note-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Sate Plecing merupakan salah satu kuliner khas Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang mencerminkan karakter masakan Sasak yang berani rasa, pedas, segar, dan kaya rempah.
Berbeda dari sate pada umumnya yang identik dengan saus kacang atau kecap manis, sate plecing justru menjadikan sambal plecing sebagai pusat cita rasa.
Hidangan ini mudah ditemui di warung tradisional, pasar rakyat, hingga acara adat dan perayaan keluarga, menegaskan perannya sebagai bagian penting dari tradisi kuliner masyarakat Lombok.
BACA JUGA:Telapak Tangan Kasar Bisa Lembut, Ini Cara Perawatan yang Tepat
Keunikan Sate Plecing
Daya tarik utama sate plecing terletak pada perpaduan daging bakar dengan sambal segar berbahan dasar tomat dan cabai rawit.
Sambal ini tidak dimasak terlalu lama sehingga mampu menghadirkan sensasi pedas menyengat sekaligus segar di lidah.
Daging yang digunakan umumnya daging sapi, meski kini berkembang variasi menggunakan ayam atau kambing.
Proses pembakaran dengan arang memberikan aroma asap yang khas dan memperkaya lapisan rasa pada daging.
BACA JUGA:Pelunasan Bipih Lampung Tahap II Dibuka Hingga 9 Januari 2026
Bahan Utama dan Bumbu
Sate plecing dikenal menggunakan bahan-bahan sederhana, namun kaya karakter. Daging dipotong kecil agar cepat matang dan mudah menyerap bumbu marinasi yang terdiri dari bawang putih, ketumbar, garam, gula aren, serta perasan jeruk nipis.
Sementara itu, sambal plecing diracik dari cabai rawit merah, tomat segar, terasi bakar, bawang putih, garam, dan sedikit gula.
Seluruh bahan sambal diulek secara kasar untuk mempertahankan tekstur dan kesegaran alaminya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




