Jubada, Kuliner Tradisional Madura yang Gurih dan Sarat Makna

Jubada, Kuliner Tradisional Madura yang Gurih dan Sarat Makna

Jubada menjadi simbol kesederhanaan masyarakat Madura dengan bahan alami dan proses pengolahan tradisional-Foto Instagram@uwanurwan-

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Jubada merupakan salah satu kuliner tradisional khas Madura yang keberadaannya masih terjaga hingga kini, terutama di wilayah pedesaan. 

Hidangan ini dikenal sebagai makanan sederhana berbahan dasar kelapa parut dan tepung beras, namun memiliki cita rasa gurih yang khas serta nilai budaya yang kuat dalam kehidupan masyarakat Madura.

Berbeda dengan jajanan pasar Madura yang bercita rasa manis, Jubada justru menonjolkan rasa asin dan gurih alami dari kelapa tua. 

Teksturnya lembut namun sedikit padat, sehingga mengenyangkan meski disantap dalam porsi kecil.

BACA JUGA:6 Potret Prewedding Ranty Maria dan Rayn Wijaya dengan Konsep Rustic Hangat

Asal Usul dan Peran Jubada dalam Budaya Madura

Secara tradisional, Jubada sering dibuat untuk keperluan upacara adat dan persembahan keagamaan. Dalam budaya Madura, makanan bukan sekadar pengisi perut, tetapi juga memiliki makna simbolis sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur serta Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Jubada biasanya disajikan dalam bentuk potongan kecil dan dibungkus daun pisang, mencerminkan kesederhanaan sekaligus kearifan lokal masyarakat Madura yang memanfaatkan bahan alam di sekitarnya. 

Hingga kini, Jubada masih kerap dijumpai dalam rangkaian upacara adat, terutama di daerah Gianyar dan sekitarnya.

BACA JUGA:Terungkap, Inara Rusli Sempat Berupaya Cegah Insanul Fahmi Menceraikan Wardatina Mawa

Bahan Utama dan Proses Pembuatan Jubada

Keistimewaan Jubada terletak pada kesederhanaan bahan dan proses pengolahannya. Bahan utama yang digunakan antara lain kelapa parut kasar, tepung beras, serta sedikit garam sebagai penyeimbang rasa. 

Beberapa daerah menambahkan santan kental untuk memperkuat cita rasa gurih dan aroma khas kelapa.

Semua bahan dicampur hingga merata, kemudian dikukus sampai matang. Proses pengukusan ini membuat tekstur Jubada menjadi lembut, tidak berminyak, dan tetap mempertahankan rasa alami bahan-bahannya. Setelah matang, Jubada dipotong-potong dan siap disajikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: