Cara Efektif Mengatasi Sakit Perut karena Keracunan Makanan
Langkah pertama yang perlu dilakukan saat mengalami gejala keracunan makanan adalah beristirahat total. Biarkan tubuh fokus untuk memulihkan diri, terutama jika disertai rasa lemas atau pusing.
Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Minumlah air putih dalam jumlah cukup atau konsumsi oralit untuk menggantikan cairan yang hilang akibat muntah dan diare.
Alternatif lainnya adalah air kelapa muda atau minuman elektrolit rendah gula. Hindari konsumsi kafein, minuman bersoda, dan alkohol karena dapat memperburuk iritasi saluran pencernaan.
BACA JUGA:Wayang Orang: Perjalanan Seni Tradisi dari Keraton ke Panggung Modern
Saat kondisi mulai membaik, perhatikan asupan makanan. Hindari langsung mengkonsumsi makanan berat. Pilih makanan yang ringan dan mudah dicerna seperti bubur polos, nasi putih, pisang matang, roti tawar, atau kentang rebus. Hindari makanan pedas, berlemak, atau produk susu hingga sistem pencernaan kembali normal.
Jika diperlukan, penggunaan obat-obatan bisa membantu meredakan gejala. Antidiare seperti loperamide bisa digunakan dengan hati-hati, namun hindari jika diare disertai darah atau demam tinggi.
Obat pereda kram perut dan probiotik juga bisa dikonsumsi untuk membantu pemulihan flora usus. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi obat apa pun.
Waspadai gejala yang mengarah pada kondisi serius, seperti diare lebih dari dua hari, muntah yang terus-menerus, demam tinggi, tinja berdarah atau berwarna hitam, serta tanda-tanda dehidrasi seperti bibir kering, urine sangat sedikit, dan pusing saat berdiri. Jika mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
BACA JUGA:Menabur Karya dan Budaya Yang Berlandaskan Keindahan Alas Purwo
Tips Mencegah Keracunan Makanan di Masa Depan
Pencegahan keracunan makanan dapat dilakukan dengan kebiasaan sederhana namun konsisten. Pastikan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, serta mencuci bahan makanan dengan air bersih mengalir.
Masak semua makanan, terutama daging, ayam, dan telur, hingga benar-benar matang. Simpan makanan dalam suhu yang sesuai agar tidak cepat basi. Jangan mengonsumsi makanan yang sudah kedaluwarsa atau memiliki bau tidak sedap. Hindari juga jajan di tempat yang tidak terjamin kebersihannya.
Dengan memperhatikan kebersihan dan kehati-hatian saat mengolah makanan, risiko keracunan bisa diminimalisir secara signifikan. Menjaga pola hidup sehat juga berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terinfeksi.