Bapenda Lampung Petakan 240 Perusahaan, Target Pajak Alat Berat 2026 Naik 100 Persen
Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Lampung, Slamet Riadi--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menetapkan kenaikan signifikan pada target pendapatan pajak alat berat tahun 2026.
Target tersebut dinaikkan hingga 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring upaya pemetaan potensi pajak yang dilakukan secara lebih rinci sejak awal 2026.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Slamet Riadi, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pendataan awal, terdapat potensi pajak alat berat dari sekitar 240 perusahaan yang beroperasi di wilayah Lampung.
Namun pada tahun 2025, perusahaan yang tercatat telah memenuhi kewajiban pajak alat berat baru sekitar 64 perusahaan.
BACA JUGA:Dua Pelaku Curanmor di Panjang Dibekuk, Polisi Buru Satu Tersangka Lain
“Ini masih potensi. Karena itu akan kita dalami lagi, apakah perusahaan-perusahaan tersebut benar-benar menggunakan alat berat dalam operasionalnya,” kata Slamet Riadi, Rabu 14 Januari 2026.
Berdasarkan evaluasi tersebut, Pemprov Lampung memutuskan menaikkan target pendapatan pajak alat berat tahun 2026 dari Rp1 miliar menjadi Rp2 miliar.
“Target 2026 naik 100 persen dari tahun lalu. Insyaallah harus bisa kita penuhi,” tegasnya.
Optimisme ini turut didukung oleh capaian pendapatan pajak alat berat pada tahun 2025 yang melampaui target. Dari target Rp1 miliar, realisasi penerimaan tercatat mencapai Rp2,204 miliar atau sebesar 220,48 persen.
BACA JUGA:RSUD Alimuddin Umar Terima Penghargaan BPJS Kesehatan atas Komitmen Integrasi Layanan Digital
Capaian tersebut menjadi dasar kuat bagi pemerintah daerah untuk menetapkan target yang lebih tinggi pada tahun 2026.
Untuk mengoptimalkan penerimaan, Bapenda Lampung akan melakukan penelusuran dan verifikasi data terhadap perusahaan-perusahaan yang terindikasi memiliki serta mengoperasikan alat berat.
Langkah awal dilakukan melalui pengiriman surat kepada perusahaan terkait, dan akan dilanjutkan dengan pengecekan lapangan apabila diperlukan.
“Kita lakukan bertahap. Awalnya bersurat, jika diperlukan tim akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan,” kata Slamet.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
