Sakit Perut Akibat Intoleransi Makanan: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Intoleransi makanan memang bukan kondisi yang mengancam nyawa seperti alergi, namun dapat menurunkan kualitas hidup jika tidak dikelola dengan baik. - Foto freepik--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Sakit perut adalah keluhan yang umum dialami banyak orang. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari pola makan yang tidak teratur, jenis makanan yang dikonsumsi, hingga kondisi kesehatan tertentu.
Namun, jika keluhan ini sering muncul setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, kemungkinan besar penyebabnya adalah intoleransi makanan.
Berbeda dengan alergi makanan yang dipicu oleh reaksi sistem kekebalan tubuh, intoleransi makanan terjadi karena sistem pencernaan tidak mampu memproses zat tertentu dengan baik.
Kondisi ini umumnya tidak mengancam nyawa, tetapi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
BACA JUGA:Prinsip Hidup Aris Kurniawan: Bertahan di Dunia Hiburan Lewat Belajar dan Bisnis
Intoleransi makanan adalah gangguan pada sistem pencernaan ketika tubuh kesulitan memecah atau mencerna komponen tertentu dalam makanan.
Beberapa zat yang sering menjadi pemicu antara lain laktosa yang terkandung dalam susu dan produk olahannya, gluten yang terdapat pada gandum, barley, dan rye, serta fruktosa yang ada di buah-buahan, madu, dan pemanis buatan.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kekurangan enzim pencernaan atau sensitivitas berlebihan pada usus terhadap zat tersebut.
Akibatnya, zat yang tidak tercerna dengan baik akan memicu produksi gas, kembung, dan gangguan pencernaan lainnya.
BACA JUGA:Usai Resmi Bercerai dari Ari Lasso, Vitta Dessy Beberkan Kondisi dan Tempat Tinggal Keempat Anaknya
Salah satu penyebab paling umum adalah intoleransi laktosa, ketika tubuh tidak menghasilkan cukup enzim laktase untuk memecah laktosa dalam susu.
Kondisi ini dapat menimbulkan kembung, diare, dan nyeri perut. Ada pula sensitivitas gluten non-celiac, yang menimbulkan gejala seperti lemas, perut kembung, dan gangguan pencernaan meskipun tidak merusak usus halus seperti penyakit celiac.
Intoleransi fruktosa terjadi ketika penyerapan fruktosa terganggu sehingga gula tersebut menumpuk di usus dan difermentasi oleh bakteri.
Selain itu, reaksi terhadap aditif makanan seperti MSG, pewarna, dan pengawet juga dapat memicu intoleransi pada orang yang sensitif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




