Setiap daerah memiliki ciri khas dalam mengolah ikan pari masak asap santan.
Di Sumatra, kuahnya cenderung lebih pedas dan kaya rempah menyerupai gulai. Di Jawa, rasanya lebih seimbang dengan sentuhan gurih dan sedikit manis.
Sementara di Kalimantan, penggunaan rempah tambahan seperti daun kunyit dan asam lokal memberikan karakter rasa yang berbeda.
Keberagaman ini menunjukkan kekayaan kuliner Indonesia yang lahir dari kearifan lokal masing-masing daerah.
BACA JUGA:7 Artis yang Berhasil Hamil Meski Didiagnosis PCOS
Nilai Gizi dan Manfaat
Ikan pari merupakan sumber protein yang baik serta mengandung omega-3 dan mineral penting seperti fosfor dan kalsium.
Kandungan ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, mendukung pertumbuhan sel, serta membantu menjaga kekuatan tulang.
Santan memberikan asupan energi dan lemak yang dibutuhkan tubuh. Jika dikonsumsi secara seimbang, hidangan ini tidak hanya lezat tetapi juga bernilai gizi.
BACA JUGA:Virgoun Mantap Ajukan Gugatan Hak Asuh Anak dari Inara Rusli, Siap Tempuh Jalur Hukum
Peran dalam Budaya Kuliner
Ikan pari masak asap santan bukan sekadar hidangan sehari-hari, melainkan bagian dari identitas kuliner masyarakat pesisir.
Sajian ini kerap menjadi menu andalan dalam acara adat dan pertemuan keluarga, mencerminkan tradisi memasak yang diwariskan dari generasi ke generasi.
BACA JUGA:Si Muli Diluncurkan, Lampung Selatan Percepat Digitalisasi Pengadaan dan UMKM Lokal
Tips Menikmati dan Penyajian
Untuk mendapatkan cita rasa terbaik, ikan pari masak asap santan paling nikmat disantap selagi hangat.