Kucing dalam Budaya Mesir Kuno: Simbol Kesucian, Perlindungan, dan Kehidupan

Rabu 04-02-2026,07:57 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Kucing sebagai Hewan Suci

Dalam kehidupan sehari-hari, kucing diperlakukan dengan penuh rasa hormat. Membunuh kucing, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, dianggap sebagai kejahatan besar yang dapat dihukum berat, bahkan hingga hukuman mati. Hukum ini menunjukkan betapa sucinya posisi kucing di mata masyarakat Mesir Kuno.

Ketika seekor kucing peliharaan mati, anggota keluarga akan berkabung dengan cara mencukur alis mereka sebagai tanda kesedihan. 

Ritual ini mencerminkan ikatan emosional yang kuat antara manusia dan kucing, yang hampir setara dengan kehilangan anggota keluarga sendiri.

BACA JUGA:Ban Mobil Mahasiswi Dikempeskan, Oknum DPRD Lampung Diproses BK

Tradisi Mumifikasi Kucing

Sebagaimana manusia dan bangsawan Mesir yang dimumikan untuk kehidupan setelah mati, kucing pun mendapatkan perlakuan serupa. 

Ribuan mumi kucing telah ditemukan di berbagai situs arkeologi Mesir. Mumifikasi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan keyakinan bahwa kucing akan menemani pemiliknya di alam baka.

Selain itu, banyak kucing yang dimumikan sebagai persembahan kepada Dewi Bastet. Mumi-mumi tersebut biasanya diletakkan di kuil atau tempat pemujaan. Praktik ini menunjukkan bahwa kucing memiliki peran spiritual yang sangat penting dalam kepercayaan Mesir Kuno.

BACA JUGA:Lampung Terima 710.711 Ton Pupuk Bersubsidi 2026, Ini Rinciannya

Kucing dalam Seni dan Simbolisme

Kucing sering muncul dalam seni Mesir Kuno, baik dalam lukisan dinding, patung, maupun relief. Mereka kerap digambarkan duduk dengan anggun di bawah kursi tuannya atau berada di dekat meja makan, melambangkan perlindungan dan kenyamanan rumah tangga.

Dalam simbolisme Mesir, kucing juga dikaitkan dengan matahari dan cahaya. Kemampuan kucing melihat dalam gelap membuatnya dianggap sebagai penjaga antara dunia terang dan gelap, sekaligus pelindung dari roh jahat. 

Bahkan, gerakan mata kucing yang menyempit dan melebar dianggap mencerminkan perjalanan matahari dari siang ke malam.

BACA JUGA:Pengedar Sabu di Kotabumi Utara Dibekuk Satreskoba Polres Lampung Utara

Perdagangan dan Penyebaran Kucing

Kategori :