Kucing dalam Budaya Mesir Kuno: Simbol Kesucian, Perlindungan, dan Kehidupan
Kucing dianggap suci di Mesir Kuno, bahkan dimakamkan melalui ritual mumifikasi khusus-Ilustrasi Gemini AI-
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Dalam sejarah peradaban dunia, Mesir Kuno dikenal sebagai salah satu kebudayaan yang memiliki hubungan sangat erat dengan hewan.
Dari sekian banyak hewan yang dihormati, kucing menempati posisi yang istimewa. Bagi masyarakat Mesir Kuno, kucing bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan makhluk suci yang melambangkan perlindungan, kesuburan, dan keseimbangan hidup.
Kehadiran kucing dipercaya membawa berkah sekaligus menjaga keharmonisan antara manusia dan alam.
BACA JUGA:Rahasia Tampil Minimalis, Rapi, dan Selalu Modis dengan Capsule Wardrobe Hijabers
Awal Hubungan Kucing dan Masyarakat Mesir
Hubungan antara kucing dan masyarakat Mesir Kuno diperkirakan bermula sekitar 4.000 tahun sebelum Masehi. Pada masa itu, Mesir merupakan wilayah agraris yang sangat bergantung pada hasil panen gandum dan jelai.
Persediaan makanan sering kali terancam oleh hama seperti tikus dan ular. Kucing liar yang memiliki kemampuan berburu alami menjadi solusi efektif untuk melindungi lumbung-lumbung pangan.
Lama-kelamaan, keberadaan kucing tidak hanya dianggap berguna secara praktis, tetapi juga memiliki nilai simbolis.
Masyarakat Mesir melihat kucing sebagai penjaga rumah yang setia dan pelindung dari bahaya yang tak terlihat. Dari sinilah muncul penghormatan mendalam terhadap hewan ini.
BACA JUGA:Bujeh Cabbih, Kuliner Khas Madura dengan Nama Unik dan Rasa Gurih-Manis
Kucing dan Dewi Bastet
Puncak pemuliaan kucing dalam budaya Mesir Kuno tercermin dalam sosok Dewi Bastet. Bastet awalnya digambarkan sebagai dewi berkepala singa, namun seiring waktu, wujudnya berubah menjadi perempuan berkepala kucing atau kucing domestik.
Dewi ini merupakan simbol perlindungan rumah, kesuburan, kehangatan keluarga, dan kebahagiaan.
Bastet juga dipercaya sebagai pelindung perempuan, ibu, dan anak-anak. Kucing yang lemah lembut namun mampu berubah menjadi agresif saat terancam dianggap mencerminkan sifat Bastet yang penuh kasih sekaligus kuat. Karena itu, memelihara kucing di rumah dipercaya sebagai bentuk penghormatan kepada sang dewi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
