Patung Scarab Kumbang, Simbol Kehidupan dan Keabadian Mesir Kuno

Patung Scarab Kumbang, Simbol Kehidupan dan Keabadian Mesir Kuno

Patung scarab kumbang adalah simbol penting yang mencerminkan cara masyarakat Mesir Kuno memaknai kehidupan, kematian, dan alam semesta. -Foto [email protected]

MEDUALAMPUNG.CO.IDPatung scarab kumbang merupakan salah satu simbol paling penting dalam peradaban Mesir Kuno. Meski berasal dari hewan kecil yang hidup di lingkungan sederhana, scarab justru memiliki makna filosofis dan spiritual yang sangat mendalam. 

Bagi masyarakat Mesir Kuno, kumbang scarab bukan sekadar serangga, melainkan lambang kehidupan, penciptaan, dan keabadian yang berkaitan erat dengan pandangan mereka tentang alam semesta.

Scarab adalah jenis kumbang yang dikenal karena kebiasaannya menggulung bola dari kotoran hewan. Bola tersebut digunakan sebagai tempat bertelur sekaligus sumber makanan bagi larvanya. 

Dari proses alam yang sederhana ini, masyarakat Mesir Kuno melihat keajaiban kehidupan yang muncul dari sesuatu yang dianggap tidak bernilai. Fenomena tersebut kemudian dimaknai sebagai simbol kelahiran kembali dan kekuatan penciptaan.

BACA JUGA:Bebek Sinjay: Ikon Kuliner Bangkalan Madura yang Melegenda

Scarab dan Kepercayaan Religius

Dalam sistem kepercayaan Mesir Kuno, scarab memiliki hubungan yang sangat erat dengan dewa Khepri, dewa matahari pagi. Khepri dipercaya sebagai sosok yang mendorong matahari terbit setiap hari, menyerupai perilaku kumbang scarab yang mendorong bola kotorannya. Karena kesamaan inilah, scarab dipandang sebagai lambang siklus harian matahari, pembaruan, dan awal kehidupan baru.

Makna religius tersebut membuat scarab sering diwujudkan dalam bentuk patung, jimat, serta ukiran pada berbagai benda ritual. 

Keberadaan patung scarab tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga diyakini sebagai perantara spiritual yang menghubungkan manusia dengan para dewa.

BACA JUGA:Ketiak Halus Lebih Lama, Ini Cara Aman Menghambat Pertumbuhan Bulu

Fungsi Patung Scarab dalam Kehidupan Sehari-hari

Patung scarab dibuat dalam berbagai ukuran dan bahan. Untuk penggunaan pribadi, scarab biasanya berukuran kecil dan dijadikan jimat atau perhiasan seperti cincin, kalung, dan gelang. Bahan pembuatannya pun beragam, mulai dari batu alam, keramik faience, hingga logam mulia.

Masyarakat Mesir Kuno meyakini bahwa membawa atau mengenakan scarab dapat memberikan perlindungan dari bahaya serta menangkal energi buruk. 

Selain itu, scarab juga dipercaya membawa keberuntungan, kekuatan, dan kesehatan. Tidak jarang, bagian bawah scarab diukir dengan simbol atau tulisan hieroglif yang berisi doa, harapan, atau nama pemiliknya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: