Mumi dalam Peradaban Mesir Kuno: Keyakinan, Proses, dan Makna Budaya
Mumi Ratu Tiye yang ditemukan di ruang sisi kedua makam Amenhotep II pada tahun 1898-Foto Egypt Museum-
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Mumi merupakan salah satu warisan paling ikonik dari peradaban Mesir Kuno yang hingga kini masih menarik perhatian dunia.
Praktik pengawetan jenazah ini tidak hanya mencerminkan kemampuan teknis masyarakat Mesir pada masa lampau, tetapi juga memperlihatkan sistem kepercayaan mereka yang sangat kuat terhadap kehidupan setelah kematian.
Bagi orang Mesir Kuno, kematian bukanlah akhir, melainkan sebuah fase menuju kehidupan selanjutnya yang membutuhkan persiapan matang, baik secara fisik maupun spiritual.
Kepercayaan tentang alam baka menjadi dasar utama munculnya praktik mumifikasi. Masyarakat Mesir Kuno meyakini bahwa manusia terdiri dari beberapa unsur, seperti tubuh jasmani, roh, dan kekuatan spiritual.
BACA JUGA:Panduan Lengkap Cara Melepas Softlens yang Aman, Nyaman, dan Minim Risiko
Salah satu unsur penting adalah ka dan ba, yang dipercaya akan kembali ke tubuh setelah kematian.
Agar roh dapat mengenali dan menempati kembali jasadnya, tubuh harus tetap terjaga dalam kondisi utuh.
Inilah alasan mengapa pengawetan jenazah dianggap sangat penting dan tidak boleh diabaikan.
Pada awalnya, mumifikasi hanya dilakukan secara sederhana. Jenazah dikuburkan di dalam pasir gurun yang kering, sehingga tubuh secara alami terawetkan.
BACA JUGA:Ekonomi Membaik, Angka Kemiskinan Lampung Turun Jadi 9,66 Persen
Namun, seiring berkembangnya peradaban dan sistem kepercayaan, teknik mumifikasi menjadi semakin kompleks.
Proses ini kemudian berkembang menjadi sebuah ritual panjang yang melibatkan keahlian khusus, peralatan tertentu, serta aturan keagamaan yang ketat.
Para pendeta dan ahli pembalseman memegang peran penting dalam menjalankan proses tersebut.
Tahapan mumifikasi dimulai dengan pembersihan tubuh jenazah. Organ-organ dalam seperti paru-paru, hati, lambung, dan usus dikeluarkan karena dianggap mudah membusuk.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
