Menurut Ressa, kondisi tersebut mungkin bisa dihindari apabila ada itikad baik dan penyelesaian yang lebih cepat di masa lalu.
Ia menilai bahwa keterlambatan dalam menyikapi persoalan keluarga telah membuat masalah menjadi semakin rumit dan meluas ke ranah publik.
Meski demikian, Ressa memilih untuk fokus pada masa depannya dan menjalani hidup dengan sebaik mungkin, tanpa menyimpan kebencian atau dendam.
BACA JUGA:Bebek Sinjay: Ikon Kuliner Bangkalan Madura yang Melegenda
Kisah Ressa Rizky Rossano dan Denada pun menjadi potret nyata bagaimana sorotan publik dapat membawa dua arah yang berbeda dalam kehidupan seseorang.
Di satu sisi, simpati publik mampu mengangkat karier dan membuka peluang baru. Namun di sisi lain, penilaian massa juga bisa menjadi tekanan berat yang mengancam keberlangsungan karier seseorang.
Di tengah kontras nasib tersebut, Ressa tampak memilih jalan untuk melangkah maju dengan penuh harapan, sementara Denada harus berjuang menghadapi konsekuensi dari masa lalu yang kembali menyeruak ke permukaan.
Waktu akan menjawab bagaimana akhir dari perjalanan ibu dan anak ini, apakah akan menemukan titik damai atau justru semakin menjauh di bawah sorotan publik. (*)