Akibatnya, Denada dikabarkan mulai kehilangan sejumlah pekerjaan di dunia hiburan. Tawaran manggung dan kerja sama yang biasanya rutin diterima, kini disebut-sebut semakin berkurang.
Situasi ini menghadirkan ironi tersendiri. Ketika sang anak tengah menikmati fase kebangkitan dan awal karier yang menjanjikan, sang ibu justru berada dalam posisi tertekan dan harus berjuang mempertahankan eksistensinya di tengah sorotan tajam publik.
Di tengah segala hiruk pikuk tersebut, Ressa Rizky Rossano menunjukkan sikap yang relatif tenang dan dewasa. Ia mengaku bahagia bisa terjun ke dunia hiburan dan mendapatkan kesempatan yang luas untuk mengembangkan diri.
Meski demikian, Ressa menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat memanfaatkan polemik keluarga sebagai ajang mencari popularitas.
BACA JUGA:Mengenal Merek Insulin yang Efektif Mengontrol Gula Darah pada Penderita Diabetes
Ressa mengaku tidak pernah memiliki keinginan untuk melakukan panjat sosial atau memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi.
Semua peluang yang datang, menurutnya, terjadi secara alami dan berada di luar rencana pribadinya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas rezeki yang mengalir dalam kehidupannya saat ini. Bagi Ressa, pekerjaan yang ia terima bukan sekadar soal popularitas, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap masa depannya sendiri.
Salah satu tujuan utamanya adalah membiayai pendidikan tinggi secara mandiri tanpa bergantung pada siapa pun.
BACA JUGA:Warga Campang Geger, Pria 50 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Belakang Rumah
Ressa menegaskan keinginannya untuk kuliah menggunakan hasil kerja kerasnya sendiri. Ia tidak ingin membebani orang lain dan merasa lebih bangga jika mampu berdiri di atas kakinya sendiri.
Prinsip tersebut menjadi pegangan Ressa dalam menjalani setiap tawaran pekerjaan yang datang.
Di sisi lain, terkait seruan boikot terhadap Denada, Ressa tak menutupi perasaan sedih dan prihatinnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta atau mendukung adanya boikot terhadap sang ibu. Bagaimanapun juga, Denada tetaplah ibu kandungnya.
BACA JUGA:Patung Scarab Kumbang, Simbol Kehidupan dan Keabadian Mesir Kuno
Ressa menyadari bahwa situasi yang terjadi saat ini berada di luar kendalinya. Ia tidak memiliki kuasa untuk menghentikan penilaian publik, meskipun ia berharap keadaan tidak berkembang sejauh ini.