Kontras Nasib Ressa Rizky Rossano dan Denada di Tengah Sorotan Publik

Kontras Nasib Ressa Rizky Rossano dan Denada di Tengah Sorotan Publik

Beda nasib Ressa kariernya meroket, sedangkan Denada terancam diboikot. - Foto Instimewa--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Roda kehidupan seolah berputar ke arah yang sangat kontras bagi Ressa Rizky Rossano dan ibu kandungnya, Denada

Polemik pengakuan anak yang beberapa waktu terakhir mencuat ke ruang publik tidak hanya membuka kembali luka lama, tetapi juga membawa dampak besar terhadap perjalanan karier keduanya di dunia hiburan Tanah Air.

Di tengah derasnya perhatian publik, Ressa Rizky Rossano justru mengalami lonjakan popularitas yang signifikan. 

Sosoknya kini kerap menjadi perbincangan, bukan hanya karena kisah hidupnya, tetapi juga karena keberaniannya melangkah ke dunia hiburan dengan penuh keyakinan. 

BACA JUGA:Aktivis Nilai Lemahnya Pengawasan Pemkot Picu Pengerukan Gunung Camang

Simpati masyarakat yang mengalir deras membuat nama Ressa semakin dikenal luas, sekaligus membuka banyak pintu rezeki yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan.

Seiring meningkatnya popularitas, tawaran pekerjaan pun berdatangan silih berganti. Ressa tidak hanya tampil sebagai bintang tamu di berbagai platform digital, tetapi juga mulai merambah dunia profesional secara lebih serius. 

Salah satu pencapaian pentingnya adalah debut sebagai model dalam acara bergengsi milik desainer Shella Saukia bertajuk “The Royal Ottoman Heritage of Turkiye”. 

Penampilan tersebut menjadi penanda bahwa Ressa kini mulai diperhitungkan di industri hiburan dan fashion.

BACA JUGA:Keluhan Jalan Rusak Berujung RDP, Komisi II DPRD Minta PUPR Perketat Rekanan dan Perbaikan Total

Namun, di balik sinar terang yang menyelimuti perjalanan Ressa, bayangan gelap justru menghampiri Denada. 

Sang penyanyi dan selebritas senior kini harus menghadapi tekanan besar berupa seruan boikot dari sebagian masyarakat. 

Penilaian publik terhadap masa lalu Denada, khususnya terkait relasinya dengan sang anak, membuat simpati yang dahulu ia miliki perlahan memudar.

Gelombang boikot tersebut muncul karena Denada dinilai telah menelantarkan Ressa selama bertahun-tahun. Narasi itu berkembang cepat di media sosial dan memengaruhi persepsi publik terhadap dirinya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: