Tanpa batas yang jelas, proses kreatif bisa berubah menjadi sekadar pemenuhan selera sesaat.
Meski demikian, banyak desainer lepas memilih bertahan karena kebebasan yang ditawarkan. Mereka bebas memilih proyek, menentukan jam kerja, dan membangun portofolio sesuai arah yang diinginkan.
Fleksibilitas ini menjadi ruang bernapas di tengah dunia kerja yang semakin kaku dan kompetitif.
Di tengah selera klien yang terus berubah, desainer lepas belajar satu hal penting: adaptif tanpa kehilangan jati diri.
BACA JUGA:UMR Stagnan, Biaya Hidup Naik, Anak Muda Beralih ke Dunia Freelance
Tren akan datang dan pergi, tetapi nilai, proses, dan integritas karya adalah fondasi yang membuat seorang desainer tetap relevan. Di situlah seni bertahan di dunia freelance menemukan maknanya.