Dari Surat PHK ke Invoice Proyek, Perjalanan Sunyi Pekerja Kreatif
Realita dunia kreatif pasca PHK yang jarang dibicarakan.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Surat pemutusan hubungan kerja sering datang tanpa aba-aba. Satu hari masih sibuk mengejar target, esoknya meja kerja harus dikosongkan.
Bagi banyak pekerja kreatif, momen menerima surat PHK bukan hanya kehilangan pekerjaan, tetapi juga kehilangan kepastian. Dari titik itulah perjalanan sunyi menuju dunia freelance sering kali dimulai.
Tidak ada perayaan, tidak ada sorotan. Yang ada hanya layar laptop, koneksi internet, dan pertanyaan besar tentang bagaimana bertahan hidup setelah status karyawan resmi berakhir.
Gelombang PHK dalam beberapa tahun terakhir memperlihatkan satu kenyataan pahit: pekerjaan tetap tidak lagi benar-benar tetap.
BACA JUGA:Ketika PHK Datang Tanpa Permisi, Kreativitas Menjadi Satu-Satunya Modal
Industri kreatif, media, hingga digital marketing menjadi sektor yang paling cepat terdampak efisiensi.
Banyak pekerja dengan pengalaman bertahun-tahun harus menerima kenyataan bahwa loyalitas tidak selalu berbanding lurus dengan keamanan kerja.
Dalam situasi tersebut, freelance bukan pilihan ideal, melainkan jalan yang tersedia. Bukan karena ingin bebas, tetapi karena harus tetap bergerak agar dapur tetap mengepul.
Berpindah dari status karyawan ke freelancer bukan sekadar mengganti kartu nama. Ada fase mental yang berat, mulai dari rasa tidak percaya diri, kebingungan menentukan harga jasa, hingga kekhawatiran akan penghasilan yang tidak menentu.
BACA JUGA:UMR Stagnan, Biaya Hidup Naik, Anak Muda Beralih ke Dunia Freelance
Invoice proyek menggantikan slip gaji bulanan. Pembayaran yang kadang terlambat menjadi bagian dari risiko yang harus diterima.
Di titik ini, banyak pekerja kreatif belajar satu hal penting: bertahan hidup tidak hanya soal keahlian, tetapi juga ketahanan mental.
Di tengah ketidakpastian, kreativitas menjadi satu-satunya aset yang bisa diandalkan. Penulis mulai menerima berbagai jenis proyek, desainer mengerjakan beragam klien, videografer mengambil pekerjaan lintas genre. Tidak selalu ideal, tetapi cukup untuk menjaga arus kas tetap berjalan.
Pelan-pelan, portofolio terbentuk. Relasi baru hadir. Dari satu proyek kecil, pintu ke proyek lain terbuka. Dunia freelance mengajarkan bahwa konsistensi sering kali lebih penting daripada popularitas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
