Ketika Pekerjaan Tak Lagi Soal Kursi dan Jam Absen

Ketika Pekerjaan Tak Lagi Soal Kursi dan Jam Absen

Kursi kantor bukan lagi simbol utama produktivitas.--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Dulu, bekerja identik dengan kursi kantor, jam masuk yang kaku, dan kartu absen yang tak boleh terlambat sedetik pun. Namun perlahan, definisi itu mulai bergeser.

Di tengah perubahan zaman, pekerjaan tidak lagi semata soal keberadaan fisik di ruang kerja, melainkan tentang nilai, hasil, dan fleksibilitas.

Transformasi ini terasa nyata sejak dunia digital berkembang pesat dan pandemi mempercepat perubahan pola kerja.

Banyak orang mulai menyadari bahwa produktivitas tidak selalu lahir dari duduk delapan jam di balik meja.

BACA JUGA:Dari Surat PHK ke Invoice Proyek, Perjalanan Sunyi Pekerja Kreatif

Justru, sebagian ide terbaik muncul dari ruang-ruang tak terduga, dari rumah, kafe, hingga sudut kota yang sunyi.

Bagi generasi muda, terutama Gen Z dan milenial, pekerjaan kini dimaknai sebagai sarana hidup, bukan sebaliknya.

Mereka tak lagi mengejar status jabatan semata, melainkan keseimbangan antara penghasilan, waktu, dan kesehatan mental.

Jam kerja fleksibel, sistem kerja jarak jauh, hingga proyek berbasis hasil menjadi pilihan yang semakin rasional.

BACA JUGA:Saat Gaji Tak Sejalan dengan Beban Hidup, Freelance Jadi Opsi Rasional

Fenomena ini juga mendorong tumbuhnya ekosistem freelance dan kerja berbasis proyek. Desainer, penulis, videografer, programmer, hingga konsultan kini dapat bekerja lintas kota bahkan lintas negara tanpa harus meninggalkan rumah.

Kursi kantor berganti dengan laptop, sementara jam absen digantikan tenggat waktu dan kepercayaan.

Namun perubahan ini bukan tanpa tantangan. Ketidakpastian pendapatan, tuntutan disiplin diri, serta batas tipis antara waktu kerja dan waktu pribadi menjadi konsekuensi yang harus dikelola.

Tanpa struktur kantor, pekerja dituntut membangun sistemnya sendiri agar tetap produktif dan sehat secara mental.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: