Hilirisasi Jadi Fokus, Pemprov Lampung Percepat Ekonomi Berbasis Kolaborasi
Coffee morning Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama pimpinan perusahaan strategis-Foto Dok-
MEDIALAMPUNG.CO.ID — Pemerintah Provinsi Lampung terus memantapkan langkah dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan kolaborasi dengan dunia usaha.
Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan coffee morning bersama pimpinan perusahaan strategis yang digelar di PT Nestlé Indonesia Panjang Factory.
Forum dialog ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan pemerintah dengan kebutuhan dan potensi sektor industri di Lampung.
Kegiatan yang memasuki episode ketiga ini dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Jihan Nurlela, pimpinan Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan Perwakilan Lampung, dan jajaran kepala organisasi perangkat daerah.
BACA JUGA:Pulau Labengki, Surga Tersembunyi Sulawesi Tenggara
Kehadiran para pemimpin perusahaan besar yang beroperasi di Lampung mempertegas posisi dunia usaha sebagai mitra penting dalam pembangunan ekonomi daerah.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata dunia usaha terhadap pertumbuhan ekonomi Lampung.
Peran investasi, kemitraan, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan dinilai menjadi pengungkit penting bagi pembangunan daerah sepanjang 2025.
Menurutnya, fondasi kolaborasi yang telah terbangun perlu terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan ekonomi ke depan.
BACA JUGA:Polda Lampung Ungkap Curanmor Lintas Daerah, Pelaku Beraksi di 8 TKP
“Ini merupakan bentuk penghargaan kami kepada mitra usaha yang selama ini membantu pemerintah daerah menumbuhkan ekonomi Lampung, baik melalui program pemerintah maupun inisiatif langsung di masyarakat,” ujar Gubernur Mirza.
Dalam arah kebijakan jangka menengah, Pemerintah Provinsi Lampung hingga 2029 mengusung visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.
Visi tersebut ditopang oleh tiga fokus utama, yakni pertumbuhan ekonomi yang inklusif, penguatan sumber daya manusia yang unggul dan produktif, serta tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas.
Mirza mengakui bahwa selama ini ekosistem ekonomi Lampung masih cenderung berjalan terpisah antara sektor pertanian, industri, dan dunia usaha.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
