Tembikar Mesir Kuno: Jejak Kehidupan Sehari-hari dan Kepercayaan Spiritual

Jumat 09-01-2026,14:13 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Di bidang penerangan, lampu tembikar menjadi solusi praktis bagi masyarakat Mesir Kuno. Lampu ini biasanya diisi dengan minyak dan menggunakan sumbu sebagai sumber api.

Bentuknya sederhana, namun sangat efektif untuk menerangi rumah, kuil, maupun ruang kerja pada malam hari.

Selain itu, terdapat pula penyangga tembikar yang dirancang khusus untuk menopang bejana berbentuk bulat agar tidak mudah terguling.

Hal ini mencerminkan kecerdikan pengrajin Mesir Kuno dalam menciptakan benda yang fungsional dan efisien.

BACA JUGA:8 Artis Umrah di Awal Tahun 2026, dari Celine Evangelista hingga Rossa

Proses pembuatan tembikar di Mesir Kuno tergolong maju untuk zamannya. Tanah liat yang digunakan biasanya berasal dari endapan Sungai Nil atau daerah gurun.

Setelah dibentuk dengan tangan atau alat sederhana seperti roda putar, tembikar dikeringkan lalu dibakar dalam tungku.

Beberapa tembikar dibiarkan polos, sementara yang lain dihiasi dengan ukiran, garis-garis, atau lapisan warna tertentu.

Hiasan ini tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga bisa menunjukkan fungsi atau status sosial pemiliknya.

BACA JUGA:Rekomendasi Smartwatch untuk Bersepeda, Miliki GPS yang Akurat

Selain kegunaan praktis, tembikar Mesir Kuno juga memiliki nilai simbolis dan religius. Dalam upacara keagamaan, bejana tanah liat digunakan untuk menyimpan persembahan bagi dewa-dewi, seperti makanan, minuman, atau minyak suci.

Bentuk dan jenis tembikar yang digunakan dalam ritual biasanya berbeda dari tembikar sehari-hari, menandakan adanya pemisahan antara dunia sakral dan dunia profan.

Dalam konteks pemakaman, tembikar memegang peranan yang sangat penting. Banyak makam Mesir Kuno ditemukan berisi bejana tanah liat yang diletakkan sebagai bekal kubur.

Benda-benda ini dipercaya akan digunakan oleh arwah orang yang telah meninggal dalam kehidupan setelah mati.

BACA JUGA:Kasus Korupsi Masjid Agung Mesuji Rp77,5 M Disorot, Oknum Penyidik Dilaporkan ke Mabes Polri

Isi tembikar bisa berupa makanan, minuman, atau simbol-simbol tertentu yang berkaitan dengan perjalanan menuju alam akhirat. Hal ini mencerminkan keyakinan kuat masyarakat Mesir Kuno terhadap kehidupan setelah kematian.

Kategori :