1. Seni Ukir Dayak yang Memancarkan Spiritualitas
Pada salah satu ruang pamer, berdiri patung-patung kayu yang menggambarkan sosok Dayak Kenyah dengan ciri khas telinga panjang, busana tradisional, dan motif ukiran yang mengalir seperti riak Sungai Mahakam.
Ukiran-ukiran ini bukan sekadar hiasan visual; setiap garis ukiran membawa makna:
- Motif aso’ (naga Dayak) melambangkan kekuatan dan perlindungan.
- Motif tumbuhan menunjukkan kesuburan dan hubungan manusia dengan alam.
- Miniatur rumah panjang (lamin) menggambarkan kehidupan komunal masyarakat Dayak yang menjunjung tinggi kebersamaan.
Seni ukir ini menjadi bukti bahwa kayu dapat berbicara. Dalam budaya Dayak, kayu bukan hanya benda mati; ia memiliki roh, sejarah, dan pesan yang diwariskan.
BACA JUGA:Berapa Kali Ideal Keramas untuk Cegah Rambut Rontok? Ini Jawaban Ahli
2. Kayu Ulin, Si Besi Hutan Kalimantan
Museum juga memamerkan berbagai jenis kayu perdagangan, salah satunya kayu ulin yang dikenal sebagai kayu terkuat di Nusantara.
Ulin kerap digunakan dalam pembuatan rumah adat, jembatan, hingga perahu tradisional.
Dalam pandangan budaya lokal, ulin adalah simbol keteguhan. Rumah-rumah adat berbahan ulin di pedalaman bisa bertahan hingga ratusan tahun—suatu bukti hubungan manusia dengan kayu yang tidak hanya fungsional, tetapi juga filosofis.
BACA JUGA:Eksotisme Nias Utara: Destinasi Pantai dan Pulau-Pulau Cantik di Sumatera
3. Fosil Kayu: Seni Waktu
Salah satu koleksi menakjubkan adalah fosil kayu berusia ratusan tahun. Teksturnya telah mengeras menjadi batu, tetapi motif serat kayunya masih terlihat.
Fosil ini seperti lukisan alam yang dibuat oleh waktu. Di sinilah seni dan geologi bertemu: alam menjadi pemahat, dan batu menjadi kanvasnya.
BACA JUGA:Kapolda Lampung Terima Audiensi INKANAS, Perkuat Sinergi Pembinaan Atlet Karate
4. Kerajinan Rotan: Keterampilan yang Mengalir dari Tradisi
Koleksi kerajinan rotan seperti kursi, lampu taman, dan perabot rumah menunjukkan keterampilan tangan masyarakat Kalimantan.