Museum Kayu Tuah Himba: Simfoni Hutan, Seni, dan Budaya Kalimantan Timur
Museum Kayu Tuah Himba bukan hanya tempat menyimpan benda pamer, tetapi juga rumah yang merawat identitas Kalimantan Timur. -Foto Instagram@hadimkt2013-
MEDIALAMPUNG.CO.ID — Di jantung Tenggarong, tempat sungai mengalir tenang dan hutan seakan berbisik dalam kesunyian, berdiri sebuah museum yang merangkum ruh Pulau Borneo.
Museum Kayu Tuah Himba bukan sekadar ruang pamer benda-benda kuno, melainkan panggung yang menampilkan perpaduan kekayaan alam, seni ukir, serta budaya masyarakat yang selama berabad-abad hidup selaras dengan hutan.
Museum ini hadir sebagai jendela untuk melihat kembali hubungan harmonis antara manusia dan alam.
Di dalam tiap potongan kayu, tiap ukiran, hingga tiap fosil yang terpajang, tersimpan kisah panjang masyarakat Kalimantan yang selalu memaknai hutan sebagai ibu yang memberi kehidupan.
BACA JUGA:Komisi IV Tekan Disdik Revisi Anggaran: Dari BOSDA, Siger, hingga MBG
Jejak Sejarah dan Filosofi “Tuah Himba”
Museum Kayu Tuah Himba mulai dibangun pada awal tahun 1994 dan dibuka dua tahun kemudian. Namun, semangat yang menghidupinya jauh lebih tua daripada bangunannya.
Nama “Tuah Himba” diambil dari semboyan Kota Tenggarong, “Tuah Himba Untung Langgong”, yang berarti bahwa menjaga hutan akan mendatangkan keberkahan dan keselamatan.
Filosofi ini mencerminkan pandangan masyarakat Dayak dan Kutai yang memandang hutan bukan hanya sebagai sumber kayu, tetapi sebagai ruang hidup spiritual.
Dalam kepercayaan Dayak, hutan adalah tempat bersemayamnya roh nenek moyang, penjaga keseimbangan alam. Maka berdirilah museum ini sebagai peringatan dan sekaligus warisan bagi generasi mendatang: bahwa hutan harus dihormati, bukan hanya dieksploitasi.
BACA JUGA:RKA 2026: Komisi I Minta Program Umrah Tidak Jor-joran dan Lebih Terverifikasi
Perpaduan Seni Ukir dan Keanekaragaman Kayu
Ketika memasuki museum, pengunjung seakan melangkah ke ruang yang memadukan estetika dan sains.
Koleksi museum yang berjumlah lebih dari 855 item tidak hanya menyimpan pengetahuan, tetapi juga nilai seni yang tinggi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
