Fenomena Aurora: Seni Alam dari Kutub Bumi

Sabtu 25-10-2025,08:05 WIB
Reporter : Krisna Jeri
Editor : Budi Setiawan

1. Aurora Borealis – Terjadi di belahan bumi utara, dapat disaksikan di negara-negara seperti Norwegia, Finlandia, Islandia, Kanada, dan Alaska.

2. Aurora Australis – Terjadi di belahan bumi selatan, biasanya terlihat dari Antartika, Selandia Baru bagian selatan, dan Tasmania.

Meskipun berada di dua kutub berbeda, pola dan warna aurora sering kali serupa karena berasal dari proses fisika yang sama.

  • Aurora bisa muncul hingga ketinggian 300 kilometer di atas permukaan bumi.
  • Warna hijau paling sering terlihat karena oksigen paling melimpah di atmosfer bagian atas.
  • Aktivitas aurora meningkat setiap 11 tahun sekali, seiring dengan siklus badai matahari.
  • Beberapa teknologi, seperti satelit dan sistem komunikasi, bisa terganggu ketika badai geomagnetik yang memicu aurora terlalu kuat.

BACA JUGA:Sains di Balik Cuaca: Mengapa Hujan Bisa Turun?

Sebelum sains modern menjelaskan fenomena ini, banyak peradaban kuno memiliki mitos sendiri tentang aurora.

Bangsa Viking menganggap cahaya di langit sebagai pantulan perisai para dewa yang sedang berperang.

Suku-suku di Amerika Utara percaya bahwa aurora adalah roh para leluhur yang menari di langit untuk menjaga keturunan mereka di bumi.

Kisah-kisah ini memperlihatkan bagaimana manusia selalu memandang aurora bukan hanya sebagai fenomena fisika, tetapi juga sebagai seni dan spiritualitas alam. 

BACA JUGA:Sains di Balik Langit: Bagaimana Bumi Menjaga Keseimbangannya

Kini, ilmuwan mempelajari aurora menggunakan satelit dan sensor magnetik untuk memahami lebih jauh interaksi antara Matahari dan Bumi. 

Penelitian ini juga penting untuk memperkirakan badai geomagnetik yang dapat memengaruhi sistem komunikasi, navigasi GPS, hingga jaringan listrik di bumi.

Bahkan, aurora kini juga menjadi objek wisata ilmiah. Ribuan wisatawan dari seluruh dunia berkunjung ke wilayah kutub untuk menyaksikan keindahan alam yang disebut “lukisan cahaya langit” ini.

Fenomena aurora menjadi pengingat bahwa di balik semua teknologi dan kemajuan modern, alam masih memiliki cara luar biasa untuk menunjukkan kekuatannya.

BACA JUGA:Teknologi sebagai Guru Baru: Bagaimana Digitalisasi Mengubah Dunia Edukasi

Tarian cahaya di langit malam adalah pesan senyap dari semesta — bahwa sains dan keindahan adalah dua sisi dari satu keajaiban yang sama.

 

Kategori :