Fenomena Aurora: Seni Alam dari Kutub Bumi
Fenomena ini adalah hasil interaksi sains luar biasa antara partikel matahari dan medan magnet bumi.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Langit malam di wilayah kutub sering kali menampilkan pertunjukan cahaya yang menakjubkan, dikenal sebagai Aurora.
Pemandangan ini bukan sekadar keindahan visual, tetapi juga hasil dari interaksi kompleks antara Matahari dan medan magnet Bumi.
Fenomena alam ini menjadi salah satu bukti betapa luar biasanya harmoni antara sains dan keindahan alam semesta.
Aurora adalah cahaya berwarna-warni di langit malam yang muncul di wilayah dekat kutub, baik di Kutub Utara (Aurora Borealis) maupun Kutub Selatan (Aurora Australis).
BACA JUGA:Leonardo da Vinci: Ilmuwan, Seniman, dan Penemu Zaman Renaissance
Nama “Aurora” diambil dari nama dewi fajar dalam mitologi Romawi, sementara “Borealis” berarti utara dalam bahasa Latin.
Biasanya, aurora tampak berwarna hijau, ungu, merah muda, atau biru, menari-nari di langit seperti tirai cahaya yang bergerak lembut. Namun di balik keindahannya, ada proses ilmiah luar biasa yang membuatnya terjadi.
Segalanya dimulai dari Matahari. Bintang raksasa itu secara terus-menerus melepaskan partikel bermuatan yang disebut angin matahari (solar wind).
BACA JUGA:Dunia Tanpa Sampah: Teknologi dan Inovasi untuk Lingkungan Lebih Bersih
Ketika partikel-partikel ini bergerak menuju Bumi, sebagian besar ditolak oleh medan magnet bumi (magnetosfer)— sistem pelindung alami planet kita.
Namun, di sekitar wilayah kutub, medan magnet bumi lebih lemah dan partikel matahari berhasil masuk ke atmosfer.
Partikel tersebut bertabrakan dengan gas-gas di atmosfer seperti oksigen dan nitrogen, menghasilkan pancaran cahaya berwarna:
- Oksigen → menghasilkan warna hijau dan merah
- Nitrogen → menghasilkan warna biru dan ungu
Proses inilah yang menciptakan tarian cahaya di langit malam — Aurora.
BACA JUGA:Olahraga dan Fisika Tubuh: Bagaimana Gerakan Bisa Jadi Energi Sehat
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
