Amien juga menilai penerapan Pasal 2 dan 3 membuat banyak pejabat BUMN takut mengambil keputusan strategis.
Ia mencontohkan kasus di Pertamina yang enggan melakukan pengeboran minyak karena takut dikriminalisasi.
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Luncurkan Layanan WhatsApp untuk Aduan Oknum Pajak dan Bea Cukai
“Dari 10 pengeboran, biasanya hanya 3 yang berhasil dan 7 gagal. Tapi hasil dari 3 sumur itu bisa menutup biaya 7 sumur lainnya. Sayangnya, aparat hukum hanya melihat 7 yang gagal sebagai kerugian negara. Akibatnya, Pertamina berhenti mengebor sejak 1967 dan lebih memilih impor minyak,” ujar mantan Ketua SKK Migas itu.
Amien menyebut kondisi ini menyebabkan ketergantungan pada impor dan mengalirnya devisa Indonesia ke luar negeri.
“Duit kita justru mengalir ke Menteri Keuangan Angola karena kita impor dari sana,” tambahnya.
Pandangan Hakim dan Mekanisme Penilaian Aset
Dalam sidang tersebut, Ketua Majelis Hakim Sunoto juga menanyakan pandangan Amien mengenai perbedaan perhitungan nilai aset antara penuntut dan pembela.
Menurut Amien, kasus tersebut sebaiknya kembali ke tahap penyelidikan.
BACA JUGA:Kapten Tarekat Lakukan Ground Breaking Kopdes Merah Putih Desa Rejomulyo
“Kalau ingin menguji nilai kapal, tanya ke Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) atau Pusat Pembinaan Profesi Keuangan, bukan ke akademisi. Dosen itu tempatnya diuji mahasiswa, bukan menilai aset,” ujarnya disambut tawa ringan di ruang sidang.
Ketika hakim menyinggung adanya chat yang diduga menunjukkan pengkondisian harga, Amien menjelaskan bahwa hal itu harus diuji dari konteks isi percakapan.
“Yang penting dilihat apakah ada kata yang berhubungan dengan suap atau kickback. Kalau sekadar komunikasi jual beli, itu wajar,” katanya.
Amien juga mengungkap bahwa saat memimpin KPK, dirinya membangun sistem audit forensik berbasis analisis bahasa.
BACA JUGA:Dua Naskah Kuno Lampung Raih Sertifikat IKON 2025 dari Perpusnas RI
“Kami punya 3.000 daftar kata yang berasosiasi dengan suap atau gratifikasi, seperti ‘durian’, ‘apel washington’, atau ‘kardus’. Dari 11 juta email yang kami analisis, daftar itu sangat membantu mendeteksi indikasi suap,” jelasnya.