Idul Fitri
Idul Fitri
IDUL FITRI

Anggaran Ratusan Juta, Asuransi Absen di Wisata Rohani Kesra

Anggaran Ratusan Juta, Asuransi Absen di Wisata Rohani Kesra

Anggaran besar wisata rohani Kesra menuai kritik usai peserta meninggal tanpa perlindungan asuransi.--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Kegiatan wisata rohani yang difasilitasi Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) kembali menjadi sorotan publik.

Program yang melibatkan ratusan peserta tersebut tidak hanya dipertanyakan dari sisi perencanaan, tetapi juga menimbulkan polemik serius setelah terungkap tidak adanya asuransi kesehatan, sementara dalam perjalanan tersebut seorang tenaga pendidik meninggal dunia. 

Peristiwa ini membuka ruang evaluasi luas terhadap tata kelola kegiatan keagamaan yang menggunakan anggaran publik, terutama ketika keselamatan peserta belum sepenuhnya dijamin secara menyeluruh.

Fakta mengenai minimnya perlindungan kesehatan peserta terungkap dalam wawancara dengan Reza, Direktur travel yang menjadi pelaksana kegiatan wisata rohani tersebut.

BACA JUGA:Warga Desak Pemkab Lampung Utara Ambil Alih Sempadan Sungai yang Ditanami Sawit PT KAP

Ia mengakui bahwa meski perjalanan melibatkan ratusan orang dan lintas daerah, perlindungan yang disediakan hanya sebatas asuransi perjalanan.

“Asuransinya, memang asuransinya terkait asuransi perjalanan, kalau kita tidak ada asuransi kesehatan,” ujar Reza saat memberikan keterangan usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi I dan IV DPRD Kota Bandar Lampung, Selasa, 20 Februari 2027.

Reza juga memastikan bahwa kegiatan wisata rohani tersebut dilaksanakan pada Januari, bukan Desember sebagaimana informasi yang sempat beredar. Ia menambahkan bahwa pihak travel telah menyiapkan tenaga medis selama perjalanan.

“Ada, kita ada tenaga medis. Kita bawa tenaga medis, obat-obatan sudah siap semua,” katanya.

BACA JUGA:Disdik Lampung Bongkar Fakta SMA Siger Belum Kantongi Izin Operasional

Menurutnya, sebanyak tiga orang tenaga medis turut serta mendampingi rombongan. Namun, ia mengakui bahwa untuk sejumlah kondisi kesehatan tertentu, peserta tidak memperoleh perlindungan asuransi secara khusus.

Ketiadaan asuransi kesehatan menjadi perhatian serius setelah seorang tenaga pendidik dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan wisata rohani tersebut.

Almarhum diketahui menjadi bagian dari rombongan yang melakukan perjalanan ke Masjid Al Jabbar, Jawa Barat, salah satu tujuan utama program.

Reza menjelaskan bahwa berdasarkan laporan dari tour leader, korban tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan sejak awal keberangkatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: