Kisah Tersembunyi di Balik Dinding Tua Benteng Pendem Ambarawa

Rabu 10-09-2025,19:02 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Di dalam kompleksnya terdapat berbagai ruangan, mulai dari barak prajurit, gudang logistik, kantor administrasi, hingga penjara bawah tanah.

BACA JUGA:Benteng Rotterdam: Warisan Megah Makassar yang Penuh Sejarah

Yang paling menakjubkan, benteng ini mampu menampung hingga dua belas ribu tentara. 

Kapasitas tersebut membuatnya menjadi salah satu benteng terbesar yang dimiliki Belanda di Jawa. 

Sebagian ruangannya berada di bawah permukaan tanah, sehingga warga setempat kemudian menamainya “Benteng Pendem”.

BACA JUGA:Benteng Van Den Bosch, Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Jawa

Peran sebagai Markas Militer

Sejak awal berdiri, benteng ini menjadi pusat militer Belanda di Jawa Tengah. Ribuan serdadu ditempatkan di sana untuk menjaga jalur vital dan menekan perlawanan rakyat. 

Gudang penyimpanan senjata dan amunisi selalu penuh, sementara ruang bawah tanah dijadikan tempat mengurung para pejuang yang ditangkap.

Kisah kelam banyak lahir dari balik dinding penjara bawah tanah itu. Para tahanan sering kali tidak diberi makan layak, bahkan ada yang mengalami penyiksaan. Bagi rakyat, benteng ini menjadi lambang kekuatan kolonial sekaligus simbol penindasan.

BACA JUGA:Benteng Vastenburg: Jejak Sejarah Kolonial di Jantung Kota Solo

Dikuasai Jepang dan Masa Kemerdekaan

Pada tahun 1942, Jepang berhasil merebut Indonesia dari tangan Belanda. Benteng Fort Willem I pun jatuh ke tangan tentara Jepang. Meski penguasanya berganti, fungsinya tetap sama: markas militer yang mengendalikan wilayah Ambarawa.

Setelah proklamasi kemerdekaan, benteng ini sempat digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia. Dalam perjalanannya, sebagian besar areanya masih difungsikan untuk kepentingan militer, sehingga akses masyarakat umum hingga kini cukup terbatas. 

Meski begitu, pesona sejarahnya tetap kuat menarik perhatian banyak orang.

BACA JUGA:Benteng Otanaha, Menapak Sejarah Kolonial Portugis di Tepi Danau Limboto

Daya Tarik bagi Wisatawan

Meskipun tidak semua bagian terbuka, benteng ini kerap menjadi tujuan wisata sejarah. Bangunannya yang besar, tembok tebal berlumut, serta lorong-lorong gelap menghadirkan suasana unik yang jarang ditemukan di tempat lain. Banyak pengunjung merasa seolah dibawa kembali ke masa lampau ketika melangkah di dalamnya.

Bagi pecinta fotografi, Benteng Fort Willem I adalah surga tersembunyi. Tembok tinggi, pintu besi tua, dan cahaya redup yang menembus celah jendela menghadirkan komposisi gambar dramatis. 

Kategori :