Bahkan, tidak sedikit pasangan yang memilih benteng ini sebagai lokasi pemotretan prewedding karena kesan klasik dan misterius yang dimilikinya.
BACA JUGA:Pertempuran Medan Area: Kisah Heroik Rakyat Sumatera Utara
Kondisi yang Tersisa
Usia yang panjang membuat benteng ini tidak lagi sempurna. Beberapa bagian bangunan telah runtuh, atap rapuh, dan dinding dipenuhi lumut hijau.
Namun, justru inilah yang membuat suasana semakin menarik. Setiap retakan dinding seolah menjadi saksi bisu tentang kerasnya perjalanan sejarah yang pernah terjadi.
Di balik kesan mistisnya, benteng ini menyimpan potensi besar sebagai pusat wisata sejarah. Jika dikelola dengan baik, ia bisa menjadi sumber pengetahuan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
BACA JUGA:Harimau Dihabisi Akibat Memangsa Manusia, 800 Pemburu Dikerahkan
Harapan Pelestarian
Benteng Fort Willem I bukan sekadar bangunan tua. Ia adalah pengingat bahwa di balik kemerdekaan Indonesia ada perjuangan panjang yang penuh pengorbanan.
Setiap ruang di dalamnya bercerita tentang pasukan kolonial, penderitaan rakyat, hingga semangat perjuangan yang tidak pernah padam.
Karena itu, melestarikan benteng ini sangat penting. Pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait diharapkan bisa bekerja sama menjaga keasliannya.
BACA JUGA:Kapan Bumi Akan Berakhir? Begini Prediksi Ilmuwan Tentang Akhir Kehidupan
Dengan sentuhan perawatan dan pengelolaan yang tepat, benteng ini bisa menjadi pusat edukasi sejarah sekaligus daya tarik wisata berkelas internasional.
Benteng Fort Willem I atau Benteng Pendem Ambarawa adalah saksi bisu perjalanan bangsa dari masa kolonial hingga era kemerdekaan.
Ia pernah menjadi benteng pertahanan Belanda, markas Jepang, hingga basis militer Indonesia.
Kini, meski banyak bagian yang lapuk dimakan waktu, pesonanya tetap memikat siapa saja yang datang.
BACA JUGA:Gelombang Raksasa 100 Meter Menyapu Ambon, 2.000 Jiwa Lebih Tewas dalam Sekejap
Setiap langkah di dalam benteng ini mengingatkan kita bahwa kebebasan yang dirasakan hari ini bukan hadiah, melainkan hasil dari perjuangan panjang.