Mengenal Tari Jaran Kepang, Tarian Rakyat Ikonik dari Ponorogo

Mengenal Tari Jaran Kepang, Tarian Rakyat Ikonik dari Ponorogo

Tari Jaran Kepang dari Ponorogo bukan sekadar tarian rakyat biasa, melainkan simbol keberanian, sejarah, dan kekuatan spiritual masyarakat Jawa. - Foto:Instagram@yuu_mark4--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan seni budaya tradisional. Salah satu warisan budaya yang hingga kini masih hidup dan terus dipentaskan adalah Tari Jaran Kepang yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur.

Tarian ini merupakan bagian penting dari rangkaian kesenian Reog Ponorogo. Dalam perkembangannya, Tari Jaran Kepang juga tumbuh sebagai tarian rakyat yang berdiri sendiri dan tersebar luas di berbagai daerah di Pulau Jawa.

Di sejumlah wilayah, tarian ini lebih dikenal dengan sebutan kuda lumping atau jathilan.

Tari Jaran Kepang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata. Tarian ini menggambarkan semangat keprajuritan, keberanian, serta kekuatan spiritual masyarakat Jawa, yang sarat dengan nilai sejarah, simbolisme, dan kepercayaan tradisional yang masih bertahan hingga kini.

BACA JUGA:Jangan Sembarangan, Ini Aturan Aman Konsumsi Minyak Ikan

Asal-usul dan Sejarah Tari Jaran Kepang

Secara historis, Tari Jaran Kepang diyakini terinspirasi dari kisah para prajurit Kerajaan Majapahit yang terkenal gagah berani dan memiliki loyalitas tinggi terhadap kerajaan. Gerakan tari yang dinamis melambangkan latihan perang, kesiapan tempur, serta semangat pantang menyerah para prajurit di medan laga.

Di Ponorogo, Tari Jaran Kepang menjadi pelengkap dalam pertunjukan Reog. Jika Reog identik dengan sosok Singa Barong yang megah, maka Jaran Kepang merepresentasikan pasukan berkuda yang setia, disiplin, dan penuh keberanian. Perpaduan keduanya menciptakan pertunjukan yang kuat, baik secara visual maupun makna filosofis.

Seiring berjalannya waktu, Tari Jaran Kepang menyebar ke berbagai daerah dan mengalami penyesuaian dengan budaya lokal. Meski demikian, nilai utama yang diusung tetap sama, yakni keberanian, kebersamaan, dan kekuatan jiwa.

BACA JUGA:BPBD Lampung Utara Pantau Sejumlah Titik Rawan Banjir di Kotabumi Selatan

Properti dan Busana Penari

Ciri khas utama Tari Jaran Kepang terletak pada penggunaan kuda tiruan yang dibuat dari anyaman bambu, kayu tipis, atau kulit binatang.

Kuda tersebut dicat dengan warna-warna cerah dan dihiasi ornamen sederhana, namun tetap menampilkan kesan gagah dan hidup.

Para penari mengenakan busana tradisional Jawa yang dirancang untuk mendukung gerakan lincah. Busana tersebut sekaligus mempertegas karakter prajurit yang energik, tangguh, dan berani dalam setiap adegan pertunjukan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: