Benteng Otanaha, Menapak Sejarah Kolonial Portugis di Tepi Danau Limboto

Benteng Otanaha, Menapak Sejarah Kolonial Portugis di Tepi Danau Limboto

Benteng Otonaha, di tepi Danau Limboto yang menjadi salah satu destinasi wisata di Gorontalo - Foto instagram @miftahulmu--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Di atas sebuah bukit yang memandang langsung ke arah Danau Limboto, berdiri tiga benteng kuno yang menjadi saksi bisu sejarah panjang Gorontalo. 

Ketiga benteng ini Otanaha, Otahiya, dan Ulupahu—bukan hanya peninggalan era kolonial, melainkan juga representasi penting dari warisan budaya dan perjalanan masyarakat lokal. 

Kini, ketiganya telah menjelma menjadi destinasi wisata yang menyatukan nilai sejarah dengan keindahan alam.

Benteng Otanaha terletak di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. 

BACA JUGA:Pulau Karya, Surga Tersembunyi di Selatan Kepulauan Seribu

Wilayah ini merupakan bagian dari Provinsi Gorontalo, yang secara administratif berdiri sendiri sejak memisahkan diri dari Sulawesi Utara pada tahun 2000. 

Letaknya yang berada di ketinggian memungkinkan wisatawan menikmati panorama Danau Limboto yang membentang luas dan perbukitan hijau yang mengelilinginya. 

Kombinasi lokasi strategis dan pesona alam ini menjadikan benteng sebagai salah satu tempat favorit bagi pelancong, terutama pecinta sejarah dan petualangan.

Ketika tiba di area benteng, pengunjung akan menemukan Benteng Otahiya lebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Otanaha dan Ulupahu. 

BACA JUGA:Bisa Petik Stroberi Sendiri? Ini Lokasi Wisata di Tengah Perkebunan

Untuk menuju dua benteng yang terletak di puncak, tersedia dua jalur: tangga dengan 351 anak tangga lengkap dengan empat tempat istirahat, serta jalan beraspal yang bisa dilalui kendaraan bermotor. 

Meskipun menanjak, perjalanan menuju puncak tetap menyenangkan berkat udara segar dan pemandangan alam yang mempesona di sepanjang rute.

Dari ketiganya, Otanaha adalah benteng paling tua dan dianggap paling bersejarah. Beberapa catatan sejarah menyebutkan bahwa bangunan ini didirikan pada tahun 1522 saat bangsa Portugis datang ke wilayah Gorontalo. 

Namun menurut kisah rakyat setempat, benteng ini ditemukan kembali pada tahun 1585 oleh Naha, putra Raja Ilato dari Kerajaan Limboto

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: