Harga HP Diprediksi Naik 6,9% di 2026, Ini Penyebab Utamanya
Riset pasar proyeksikan harga jual rata-rata smartphone naik tajam di 2026 akibat krisis pasokan DRAM-Ilustrasi Gemini AI-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Hari ini, Rabu, 31 Desember 2025, saat kita sedang bersiap meniup terompet pergantian tahun dan menyusun resolusi baru, industri teknologi justru mengirimkan sinyal peringatan yang mungkin akan membuat resolusi "ganti HP baru" menjadi sedikit lebih berat.
Sebuah laporan riset pasar terbaru yang dirilis oleh firma analis terkemuka global—sekelas TrendForce dan Counterpoint Research—baru saja mendarat di meja redaksi, membawa angka prediksi yang cukup mengejutkan. Laporan tersebut memproyeksikan bahwa Harga Jual Rata-rata atau Average Selling Price (ASP) smartphone secara global akan mengalami kenaikan sebesar 6,9% sepanjang tahun 2026.
Mungkin bagi sebagian orang, angka 6,9% terlihat kecil atau wajar. Namun dalam industri manufaktur elektronik yang bermain dengan margin tipis dan volume massal, kenaikan hampir 7 persen adalah lonjakan yang sangat signifikan. Kenaikan ini bukan sekadar dampak dari inflasi ekonomi global biasa atau kenaikan upah buruh, melainkan dipicu oleh krisis spesifik di jantung komponen smartphone itu sendiri.
Kita tidak sedang berbicara tentang mahalnya casing atau kaca layar, melainkan komponen vital yang menentukan kecepatan ponsel Anda berpikir: RAM atau DRAM (Dynamic Random Access Memory). Kabar ini tentu menjadi awan mendung bagi konsumen yang berharap harga teknologi akan semakin murah seiring berjalannya waktu.
BACA JUGA:Dell Alienware M15: Laptop Gaming Premium yang Mulai Menua, Masih Layakkah di Awal 2026?
Akar Masalah: Krisis DRAM dan Pergeseran Fokus Industri
Mengapa harga HP bisa naik hanya karena satu komponen? Untuk memahami ini, kita perlu melihat apa yang terjadi di balik layar pabrik-pabrik semikonduktor raksasa dunia. Laporan riset menyebutkan bahwa penyebab utama lonjakan harga ini adalah ketidakseimbangan pasokan dan permintaan pada sektor memori DRAM. Selama tahun 2025, produsen memori utama seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron telah mengubah strategi produksi mereka secara drastis.
Mereka kini lebih memprioritaskan produksi memori jenis HBM (High Bandwidth Memory) yang digunakan untuk server-server kecerdasan buatan (AI) raksasa. Ledakan tren AI generatif yang membutuhkan server super kencang membuat permintaan HBM meroket. Akibatnya, kapasitas produksi untuk DRAM seluler standar (LPDDR5X atau LPDDR6 yang dipakai di HP kita) menjadi terpangkas.
Hukum ekonomi dasar berlaku: ketika pasokan menipis sementara permintaan tetap atau naik, harga pasti melambung. Kelangkaan inilah yang memaksa vendor smartphone—mulai dari kelas entry-level hingga flagship—untuk membayar lebih mahal demi mendapatkan stok RAM bagi perangkat rakitan mereka.
BACA JUGA:Nubia RedMagic 11 Pro Masih Jadi Raja HP Gaming di Awal 2026
Bukan Inflasi Biasa, Ini "Pajak" Kecerdasan Buatan
Yang membuat kenaikan harga di tahun 2026 ini unik adalah faktor pendorongnya yang spesifik. Jika tahun-tahun sebelumnya kenaikan harga sering dikaitkan dengan kelangkaan chipset akibat pandemi atau biaya logistik, kali ini "biang kerok"-nya adalah standar spesifikasi yang semakin tinggi. Tren On-Device AI atau kecerdasan buatan yang berjalan langsung di perangkat (bukan di cloud) menuntut spesifikasi hardware yang lebih buas.
"Ponsel pintar masa depan bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan asisten cerdas yang memproses data berat secara mandiri. Namun, kecerdasan itu datang dengan harga mahal bernama RAM berkapasitas jumbo."
Agar fitur AI berjalan mulus di HP keluaran 2026, standar RAM minimal untuk ponsel kelas menengah ke atas diprediksi akan naik dari 8GB menjadi 12GB atau bahkan 16GB. Peningkatan kapasitas ini, ditambah dengan harga per unit memori yang sudah naik karena kelangkaan, menciptakan efek bola salju pada harga akhir yang harus dibayar konsumen. Jadi, kenaikan 6,9% itu sebagian besar adalah biaya yang harus kita bayar untuk "otak" ponsel yang lebih lega dan pintar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




