Benteng Van Den Bosch, Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Jawa

Rabu 03-09-2025,19:41 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Perang Jawa yang berlangsung dari 1825 hingga 1830 di bawah kepemimpinan Pangeran Diponegoro merupakan salah satu konflik terbesar di Nusantara. Walaupun perang ini berakhir sebelum benteng berdiri, dampaknya masih membekas dalam pikiran Belanda. 

Kekalahan besar dan kerugian yang mereka alami membuat pemerintah kolonial merasa perlu membangun pertahanan ekstra kuat di berbagai daerah.

Benteng Van Den Bosch hadir sebagai bentuk kewaspadaan Belanda terhadap potensi perlawanan serupa. 

Bahkan, ada kisah yang menyebutkan bahwa sebagian pengikut Diponegoro pernah ditahan di dalam benteng sebelum dipindahkan ke lokasi lain. Dengan demikian, benteng ini menjadi bagian dari sejarah panjang perjuangan rakyat Jawa.

BACA JUGA:Cara Menghilangkan Kurap dengan Cepat dan Aman

Pada masa kolonial, benteng dihuni oleh ratusan serdadu. Prajurit Belanda dan prajurit pribumi yang dijadikan pasukan bayaran tinggal di barak-barak sederhana, sementara para perwira menempati ruangan lebih layak. Kehidupan sehari-hari diatur sangat disiplin sesuai aturan militer.

Persenjataan yang disimpan di gudang antara lain meriam, senapan, dan mesiu dalam jumlah besar. 

Dengan perlengkapan itu, Belanda merasa percaya diri bisa menekan setiap gejolak perlawanan rakyat. 

Parit luas yang mengelilingi benteng semakin memperkuat pertahanan sehingga benteng ini dijuluki sebagai markas yang sulit ditembus.

BACA JUGA:Tips Aman Klaim DANA Kaget tanpa Takut Penipuan

Setelah Indonesia merdeka, benteng ini tidak lagi digunakan untuk keperluan militer. Fungsinya perlahan memudar, dan bangunannya mulai ditinggalkan. 

Waktu serta kondisi alam membuat sebagian besar struktur mengalami kerusakan. Dinding bata banyak yang rapuh, atap runtuh, dan beberapa bagian tertutup semak belukar.

Namun, meski sudah berusia lebih dari satu setengah abad, sisa bangunan tetap menampilkan keanggunan aslinya. Gerbang besar, dinding tebal, serta lorong-lorong panjang masih dapat dinikmati hingga sekarang. 

Karena nilai sejarahnya yang tinggi, pemerintah daerah menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata budaya.

BACA JUGA:Siswa SMPN 31 Bandar Lampung yang Diduga Keracunan MBG Sudah Kembali Bersekolah

Benteng Pendem Van Den Bosch kini ramai dikunjungi wisatawan. Banyak orang datang untuk menyaksikan langsung bangunan peninggalan kolonial yang kokoh sekaligus misterius ini. 

Kategori :