Siswa SMPN 31 Bandar Lampung yang Diduga Keracunan MBG Sudah Kembali Bersekolah

Siswa SMPN 31 Bandar Lampung yang Diduga Keracunan MBG Sudah Kembali Bersekolah

Siswa SMPN 31 Bandar Lampung yang Diduga Keracunan MBG Sudah Kembali Bersekolah--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 31 Bandar Lampung, Rini, memastikan seluruh siswa yang sempat diduga mengalami keracunan makanan bergizi gratis (MBG) kini telah kembali beraktivitas seperti biasa di sekolah.

Hal itu disampaikan Rini saat dikonfirmasi wartawan, Rabu 3 September 2025. Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Susmiati, serta guru pembina OSIS, Alamsyah.

“Alhamdulillah, semua siswa sudah kembali masuk sekolah. Anak-anak yang sebelumnya sempat sakit sekarang sudah pulih,” jelas Rini sambil menunjuk ke arah ruang kelas yang terlihat penuh.

Rini mengungkapkan, seluruh data terkait siswa yang mengalami keluhan kesehatan telah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung untuk ditindaklanjuti.

BACA JUGA:Wakil Wali Kota Bandar Lampung Prihatin Atas Insiden Keracunan Makanan Bergizi Gratis

“Semua data sudah kami serahkan ke Dinas Kesehatan. Mereka yang memegang rekapitulasi lengkapnya,” ujarnya.

Menurut Rini, peristiwa dugaan keracunan MBG terjadi pada Jumat. Sementara itu, Sabtu memang hari libur, dan Senin pihak sekolah memutuskan meliburkan siswa demi pemulihan kondisi mereka.

“Kalau ditanya berapa total siswa yang sakit, tidak bisa disamaratakan. Ada yang hanya mual, ada yang sakit perut, bahkan ada yang harus dirawat di rumah sakit, meski jumlahnya tidak banyak,” terangnya.

Rini juga menyebut pihak penyedia MBG telah memberikan obat kepada siswa yang terdampak. Selain itu, tenaga medis dari puskesmas setempat dan Dinas Kesehatan juga datang langsung ke sekolah untuk memantau kondisi kesehatan para siswa.

BACA JUGA:Diskes Bandar Lampung Ingatkan Pentingnya Sanitasi untuk Cegah Infeksi Cacing pada Anak

“Dari BPPOM pun sudah datang mengambil sampel makanan untuk diteliti lebih lanjut,” tambahnya.

Menurut Rini, makanan yang dibagikan sebenarnya terlihat dalam kondisi baik dan tertutup rapat.

“Menu yang diberikan seperti ayam katsu, ayam kecap, sayuran, dan buah. Semuanya dibungkus dengan plastik sehingga terlihat higienis,” ungkapnya.

Rini menjelaskan bahwa guru ikut mendistribusikan makanan kepada para siswa agar proses pembagian berjalan tertib.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: