MEDIALAMPUNG.CO.ID — Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, Lampung Utara, malam hari tetap ramai oleh suara gemuruh truk batu bara.
Meskipun sering mendapat aksi penolakan warga, truk-truk pengangkut batu bara terus melintas, menorehkan jejak kerusakan dan kecemasan di tengah masyarakat.
Pada Selasa, 11 Agustus 2025, sekitar pukul 20.00 WIB, Polres Lampung Utara bersama TNI dan Dishub sempat menghadang sejumlah truk untuk memutar balik.
Namun, dari pantauan Medialampung.co.id menunjukkan bahwa truk-truk itu kembali melintas pada malam hari, antara pukul 21.00 WIB hingga 23.00 WIB.
BACA JUGA:Selama Januari-Agustus 2025, Polres Lampung Utara Tangani 452 Kasus C3
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan: kenapa aktivitas yang jelas meresahkan warga tetap berlangsung?
Dampaknya nyata. Jalan yang semula mulus kini retak di beberapa titik akibat beban truk batu bara.
Kemacetan menjadi pemandangan rutin, terutama saat jam sibuk, sementara polusi debu dan asap menambah keresahan warga. Ancaman kecelakaan pun mengintai setiap saat.
Data yang dihimpun mencatat pada 2024 terdapat 163 kecelakaan, dengan 284 korban luka-luka dan 54 meninggal dunia. Hingga pertengahan Agustus 2025, tercatat 87 kecelakaan dengan 141 korban luka-luka dan 24 meninggal dunia.
BACA JUGA:Ratusan Personel Polisi Disiagakan untuk Pengamanan Laga Bhayangkara FC vs PSM
Kanit Laka Lantas, Hendra, menegaskan bahwa belum semua kecelakaan bisa dipastikan akibat truk batu bara.
“Belum bisa dipastikan semua kecelakaan itu akibat truk batu bara. Bisa saja terjadi karena keteledoran pengemudi atau sopir hilang kendali,” jelas Hendra, Jumat, 15 Agustus 2025.
Fenomena truk batu bara yang terus melintas ini diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain penegakan hukum yang tidak konsisten, kebijakan yang belum jelas, infrastruktur jalan yang belum memadai, hingga adanya potensi konflik kepentingan atau kepentingan bisnis tertentu.
Masyarakat berharap pemerintah dan aparat terkait dapat segera mengambil langkah tegas untuk menyeimbangkan aktivitas ekonomi dengan keselamatan dan kenyamanan warga Lampung Utara.