Cerita Legenda Danau Kaco dari Jambi

Kamis 03-07-2025,16:23 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Raja Gagak mengizinkannya. Sang putri pun menatap wajahnya di air yang tenang. Ia melihat betapa cantiknya dirinya, namun kesedihan menggelayuti sorot matanya. 

Tanpa berkata lagi, ia perlahan melangkah masuk ke dalam telaga, hingga tubuhnya tenggelam tak kembali.

Seketika, Raja Gagak menjerit penuh penyesalan. Ia berlari ke telaga, memanggil nama putrinya, namun tak ada jawaban. 

BACA JUGA:Manik Angkeran dan Asal Mula Selat Bali

Dalam tangisnya, ia melemparkan seluruh harta ke dalam telaga. Permata, emas, dan berlian semuanya dilemparkan satu per satu, seakan tak ada lagi arti tanpa kehadiran sang putri.

Sejak hari itu, telaga yang menjadi saksi pengorbanan Putri Napal Melintang berubah menjadi Danau Kaco. Ketika malam tiba, permukaan airnya memantulkan cahaya kebiruan yang misterius. 

Masyarakat percaya bahwa cahaya itu berasal dari harta yang tenggelam bersama sang putri, serta sinar kecantikan dan kesucian hatinya yang tetap menjaga danau tersebut.

Legenda Danau Kaco bukan sekadar dongeng, tetapi pengingat bahwa keserakahan akan selalu membawa bencana. 

BACA JUGA:Tari Legenda Danau Ranau: Kisah Alam yang Dihidupkan Lewat Gerakan

Raja Gagak yang tak puas dengan apa yang dimiliki justru kehilangan sesuatu yang paling berharga. Sebaliknya, sang putri menunjukkan arti cinta sejati dan pengorbanan yang luhur.

Kita semua dapat belajar dari kisah ini: untuk tidak tamak, untuk selalu bersyukur, dan untuk menjaga kejujuran serta kasih dalam setiap keputusan yang kita ambil.(*)

 

Kategori :