Solusi Banjir Bandang, Pemkab Lampura Berencana Normalisasi Sungai

Kamis 05-01-2023,19:11 WIB
Reporter : Fahrozy Irsan Toni
Editor : Budi Setiyawan

LAMPURA, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah daerah Kabupaten Lampung Utara (Lampura), berencana akan melakukan normalisasi sungai, sebagai salah satu alternatif dalam mengantisipasi banjir bandang.

Pasalnya, cuaca ekstrim yang masih berlangsung disertai angin kencang kerap menimbulkan bencana. Yakni banjir, salah satu upaya meminimalisir ialah dengan cara normalisasi seperti dilaksanakan oleh Pemkot Bandar Lampung.

Khususnya daerah aliran sungai yang berada di seputaran Kotabumi dan sekitarnya. Yakni Way (sungai) Sesah dan Way Umban, yang air sering naik kepermukaan akibat tidak dapat menampung air hujan dengan intensitas tinggi.

"Kita akan upayakan itu (normalisasi) sungai-sungai yang ada di seputaran Kotabumi. Tentunya melalui mekanis yang diatur," ujar Sekdakab Lampura, Lekok, Kamis, 5 Januari 2022.

BACA JUGA:Dandim 0410: Jadikan Perbedaan Untuk Menciptakan Kekuatan Besar Bagi NKRI

Demikian juga, dengan Kepala BPBD Lampura, Nozi Efialis. Pihaknya akan melakukan langkah-langkah dan kajian terhadap persoalan banjir. 

Sebab, menurutnya di beberapa titik yang menjadi akar permasalahannya adalah daerah tersebut dekat dengan sungai serta masuk dataran rendah.

"Sehingga akan selalu tergenang air, saat debit air (sungai) naik yang disebabkan curah hujan tinggi. Jadi penyebab banjir bukan semata karena terjadi sedimentasi," tambahnya.

Terkait upaya pengerukan sungai, dijelaskannya, pemerintah daerah juga akan berkoordinasi serta mempelajari apakah itu menjadi alternatif penyelesaian permasalahan. 

BACA JUGA:Pemprov Lampung Lantik 9 Pejabat Fungsional

"Sehingga memungkinkan dilakukan, tapi yang tak kalah penting ialah mitigasi warga. Kita selalu meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap segala potensi bencana, baik itu banjir, tanah longsor, angin kencang maupun lainnya," tegasnya.

Seperti diwilayah atau titik yang selama sering tergenang luapan air sungai (langganan). Sehingga mereka (masyarakat, red) telah bersikap tanggap bencana, dengan selalu bersiaga saat permukaan air sungai di daerahnya sudah meninggi.

Juga upaya-upaya dalam meminimalisir dampak bencana, seperti banjir misalnya salah satunya dengan cara normalisasi.

Sehingga dibutuhkan koordinasi dengan semua pihak, semisal Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) dan lainnya. Termasuk upaya preventif, seperti sosialisasi masalah dampak maupun langkah antisipasi.

BACA JUGA:Gubernur Arinal Resmikan Ruas Jalan dan Pedestrian Ryacudu

Kategori :