Penanganan 4 Titik Bencana Senilai Rp12,7 Miliar di Lampung Barat Telah Dimulai

Penanganan 4 Titik Bencana Senilai Rp12,7 Miliar di Lampung Barat Telah Dimulai

Kepala Pelaksana BPBD Lambar Padang Prio Utomo, S.H--

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Penanganan empat titik bencana di Kabupaten Lampung Barat yang akan menghabiskan total anggaran sebesar Rp12,7 Miliar bersumber dari dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI tahun anggaran 2023 ini telah dimulai oleh pihak rekanan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Barat Padang Prio Utomo, SH., mengatakan, sebelumnya dilaksanakan lelang, setela langsung ditindaklanjuti dengan proses selanjutnya, dan saat ini sudah mulai dilaksanakan oleh pihak rekanan pemenang tender proyek dimaksud.

BACA JUGA:Berikut Ini Cara Memasak Tempe Bacem Makanan Khas Indonesia

"Dalam waktu dekat ini pihak BNPB akan turun ke Lampung Barat untuk melakukan monitoring kegiatan penanganan dampak bencana tersebut," ungkap Padang Prio Utomo, Rabu (9/8/2023).

Dijelaskan, anggaran dana hibah tersebut akan dialokasikan untuk penanganan empat titik penanganan dampak bencana alam yang ada di Kabupaten setempat, rinciannya di Kecamatan Kebun Tebu dua titik, Kecamatan Suoh satu titik dan satu titik lagi berada di Argo Mulyo Kecamatan Pagardewa.

BACA JUGA:Juara IV Lomba Membuat Kue Engkak di FK 2023, APJI Lampung Barat Audiensi dengan Pj Bupati Nukman

Proses diterimanya hibah tersebut, kata dia, diawali dengan mengusulkan proposal ke BNPB pada awal tahun 2021 lalu untuk penanganan 48 titik penanganan dampak bencana alam, dari 48 titik tersebut hasil pra verifikasi ada 16 titik yang dilakukan verifikasi dan syarat administrasi lanjutan.

"Dari 16 itu akhirnya tersaring 6 titik untuk dilakukan verifikasi lapangan lalu muncul lah 4 titik yang di setujui, karena dana hibah dari BNPB ini betul-betul penanganan aset yang berdampak langsung terhadap masyarakat bukan hanya pada sisi keselamatannya dan perlindungannya. tetapi juga pada sisi ekonomi," jelas Padang. 

BACA JUGA:Suzuki RGR 150, Motor Jadul yang jadi Idola Hingga Saat Ini

Penentuan titik dan lokasi kemudian jenis pekerjaan, butuh kajian dari BNPB. Sehingga, pihaknya tidak bisa memilih titik mana saja menjadi prioritas, sebab yang menentukan pihak BNPB yang turun langsung melihat mengkaji serta menentukan langkah penanganan terhadap titik lokasi yang terdampak bencana alam tersebut.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: