Pekon Sukajaya Salurkan Bantuan Kebutuhan Balita Korban Longsor Sidomulyo

Pekon Sukajaya Salurkan Bantuan Kebutuhan Balita Korban Longsor Sidomulyo

--

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Bantuan peduli korban bencana tanah longsor di Pekon Sidomulyo, Kecamatan Pagardewa, Kabupaten Lampung Barat terus mengalir.

Kali ini bantuan terhimpun dari masyarakat Pekon Sukajaya, Kecamatan Pagardewa.

BACA JUGA:Pekon Sukajaya Salurkan Bantuan Kebutuhan Balita Korban Longsor Sidomulyo

Seperti diketahui amukan alam yang terjadi pekan kemarin menyebabakan ratusan kepala kekuarga (KK) dari beberapa pemangku di wilayah Tanjungkurung, Pekon Sidomulyo.

Dan atas kondisi yang terjadi dan dampak yang ditimbulkan, menuai perhatian dari berbagai kalangan masyarakat guna memberikan bantuan logistik.

BACA JUGA:Maksimalkan Seluruh Program Kerja, Lintas Sektor Batu Ketulis Gelar Rakor di Atar Kuwau

Seperti yang dilakukan oleh aparatur Pekon Sukajaya di pimpin Peratin Pebra Saputra, bersama aparatur pekon melakukan pengumpulan bantuan dari warga tersebar di Tujuh pemangku pekon itu untuk di kirim ke Tanjungkurung.

Bantuan yang disalurkan dari pekon itu merupakan kebutuhan yang mendesak diperlukan, seperti perlengkapan balita, mulai dari popok, obat-obatan ringan seperti minyak angin, dan lainnya.

BACA JUGA:Kejar Target 1700 Sertifikat Produk Halal, Kemenag Bahas Persiapan Kampanye Serentak

"Bantuan yang kami salurkan adalah yang menjadi kebutuhan karena saat kami melakukan peninjauan lokasi Sabtu kemarin di tempat pengisian ternyata banyak anak-anak balita, sehingga logistik yang di kirim buka. Hanya jenis makanan dan pakaian," terang Pebra.

Dan atas perhatian serta kepedulian warga, Pebra menyampaikan terimakasih kepada para warga yang telah menyisihkan rejeki guna dibantukan kepada warga terdampak bencana di Pekon Sidomulyo. 

BACA JUGA:20 Tahun Lebih Mengabdi, Kecamatan Belalau Lepas Ishak, ASN yang Purna Bakti

"Saat ini mereka memang membutuhkan bantuan makanan dan pakaian setelah bencana longsor yang merusak banyak areal perkebunan dan rumah, di tambah lagi akses jalan yang masih sulit karena masih berupa tanah merah dan tertimbun longsor, serta jembatan-jembatan yang putus," ungkap pihaknya.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: