Dolar AS Tak Lagi Jadi Andalan, Rupiah Punya Peluang Menguat

Dolar AS Tak Lagi Jadi Andalan, Rupiah Punya Peluang Menguat

Dolar AS tak lagi dominan, rupiah berpotensi menguat signifikan-Ilustrasi: Canva@Budi Setiawan-

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Posisi dolar Amerika Serikat (AS) sebagai aset lindung atau safe haven kini mulai goyah. 

Ketidakpastian global yang dipicu oleh kebijakan tarif resiprokal era Presiden AS Donald Trump telah menggoyang kepercayaan pasar terhadap dominasi dolar di tingkat internasional.

Fenomena ini diungkap dalam paparan yang disampaikan oleh ekonom senior Indonesia dalam forum DBS Asian Insights Conference yang digelar di Jakarta, Rabu (21 Mei 2025). 

Menurut analisisnya, kebijakan tarif balasan yang diterapkan AS menyebabkan munculnya kekhawatiran dari pelaku pasar keuangan global. 

BACA JUGA:7 Hasil Kerajinan Seni Kriya Aceh

Sebelum kebijakan tersebut berlaku, ekspektasi terhadap dolar sebagai aset aman masih cukup tinggi. 

Namun, kondisi tersebut mulai berubah ketika perang dagang dan kebijakan proteksionis semakin mengemuka.

Kini, mulai terlihat tren dedolarisasi, meski belum pada tahap ekstrem. Dampaknya, dolar AS mengalami tekanan terhadap sejumlah mata uang utama dunia, termasuk terhadap rupiah. 

Nilai tukar rupiah masih bertengger di kisaran Rp16.500 per dolar, namun ada indikasi pelemahan dolar bisa terus berlanjut dalam jangka menengah.

BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Tertekan, Stok Minyak Mentah AS Naik

Dalam situasi ini, Bank Indonesia (BI) dinilai memiliki ruang yang lebih luas untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter. 

Tepat pada hari Rabu (21 Mei 2025), Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.

Langkah ini dinilai selaras dengan kondisi inflasi domestik yang relatif terkendali, yakni berada di bawah 3 persen. 

Di sisi lain, kecenderungan melemahnya dolar AS memberikan tambahan ruang bagi BI untuk melakukan intervensi bila diperlukan, baik untuk menjaga stabilitas nilai tukar maupun mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: