Tradisi Rebut Dandang: Simbol Ujian dan Keteguhan dalam Pernikahan Adat

Senin 26-01-2026,19:48 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Setelah sesi pantun selesai, prosesi dilanjutkan dengan adu bela diri yang telah dikoreografikan sesuai adat setempat.

Gerakan yang ditampilkan bukan bertujuan untuk melukai, melainkan menunjukkan kelincahan, kekuatan, serta pengendalian diri.

Nilai sportivitas sangat dijunjung tinggi dalam tahap ini, karena yang diuji bukan sekadar kemampuan fisik, melainkan juga sikap dan etika.

Jawara dari pihak mempelai pria harus mampu mengalahkan atau melewati hadangan jawara mempelai wanita untuk merebut dandang.

BACA JUGA:Air Terjun Kokok, Permata Alam Tersembunyi di Lereng Perbukitan Ponorogo

Keberhasilan merebut dandang menjadi tanda bahwa calon mempelai pria dianggap layak dan siap menghadapi tantangan hidup berumah tangga.

Sebaliknya, jika gagal, prosesi dapat diulang sebagai simbol bahwa perjuangan dalam kehidupan tidak selalu mudah dan membutuhkan kesabaran.

Makna filosofis Rebut Dandang sangat dalam. Tradisi ini mengajarkan bahwa pernikahan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab besar.

Seorang suami diharapkan mampu menghadapi berbagai masalah, baik ekonomi, sosial, maupun emosional, dengan keteguhan dan kebijaksanaan.

BACA JUGA:Pesona Pasir Hitam Pantai Watu Pecak, Destinasi Eksotis Favorit Wisata Keluarga

Sementara itu, pihak keluarga mempelai wanita juga diingatkan untuk merelakan dan mempercayakan putrinya kepada calon pasangan hidupnya.

Setelah dandang berhasil direbut oleh pihak mempelai pria, suasana prosesi berubah menjadi lebih khidmat dan penuh suka cita.

Kedua mempelai kemudian dipersilakan untuk bersanding di pelaminan. Momen ini menjadi simbol bahwa seluruh ujian adat telah dilalui dan pernikahan mendapat restu dari keluarga serta masyarakat adat.

Di tengah perkembangan zaman modern, tradisi Rebut Dandang masih tetap dilestarikan oleh sebagian masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.

BACA JUGA:PKS Muda Institut Jadi Kawah Candradimuka Kader Muda Bandar Lampung

Meski ada penyesuaian dalam pelaksanaannya, nilai-nilai utama seperti tanggung jawab, keberanian, dan penghormatan terhadap adat tetap dijaga.

Kategori :