Seiring berjalannya waktu, banyak obelisk Mesir dipindahkan ke luar negeri, terutama pada masa kekuasaan Romawi.
Obelisk-obelisk tersebut kini dapat ditemukan di berbagai kota besar dunia, seperti Roma, Paris, London, dan Istanbul.
Keberadaan obelisk Mesir di luar negeri menunjukkan betapa besarnya kekaguman peradaban lain terhadap kebudayaan Mesir Kuno. Bahkan hingga kini, bentuk obelisk masih dijadikan inspirasi dalam pembangunan monumen modern.
BACA JUGA:Nasi Jagung: Pangan Tradisional Nusantara yang Sederhana dan Bergizi
Pengaruh Obelisk terhadap Peradaban Dunia
Konsep obelisk tidak berhenti pada masa Mesir Kuno. Bangsa Romawi mengadopsinya sebagai simbol kejayaan kekaisaran.
Di era modern, obelisk menjadi bentuk monumen peringatan yang melambangkan persatuan, kekuatan, dan penghormatan terhadap sejarah.
Salah satu contoh paling terkenal adalah monumen peringatan nasional yang mengadopsi bentuk obelisk sebagai lambang keteguhan dan kesinambungan nilai-nilai sejarah.
BACA JUGA:Plt Kadisdik: Wisata Rohani PGRI Bentuk Apresiasi, Bukan Pemborosan
Tugu obelisk merupakan salah satu warisan paling bermakna dari peradaban Mesir Kuno. Bangunan ini tidak hanya mencerminkan keindahan arsitektur, tetapi juga menggambarkan hubungan antara manusia, kekuasaan, dan kepercayaan spiritual.
Melalui obelisk, bangsa Mesir Kuno mengekspresikan pandangan mereka tentang kehidupan, alam semesta, dan keabadian.
Hingga kini, obelisk tetap menjadi simbol kejayaan masa lalu yang menghubungkan peradaban kuno dengan dunia modern.(*)